Minggu lalu saya senang menjadi tuan rumah diskusi dengan para CEO fintech di Reagan National Economic Forum di Simi Valley, California yang indah. Fokusnya adalah bagaimana Amerika bisa menjaga posisinya sebagai kekuatan ekonomi teratas dunia dengan memimpin di dua teknologi yang mendefinisi era keuangan berikutnya: blockchain dan AI.
Kabar baiknya, sejauh ini Amerika masih bisa bertahan. Dalam panel, CEO Ramp Eric Glyman menjelaskan bagaimana AI membuka efisiensi baru yang besar di manajemen pengeluaran perusahaan, sementara kepala Kraken dan Bridge, Arjun Sethi dan Zach Abrams, menggambarkan bagaimana stablecoin memperkuat dominasi dolar di seluruh dunia. Tapi ada sisi gelapnya: musuh-musuh Amerika, bersama penjahat biasa, juga sudah menemukan kekuatan teknologi ini.
Abrams cerita bagaimana minggu lalu dia dapat panggilan video dari CFO Stripe, yang tahun lalu mengakuisisi Bridge. Video itu meniru persis suara dan wajah CFO Stripe, menyuruh Abrams melakukan transaksi keuangan mendesak. Pesannya cukup meyakinkan sehingga Abrams langsung menulis ke CFO untuk detail lebih—tapi balasannya justru mengungkap semua itu cuma deepfake yang dibuat dengan baik.
Ini bukan pertama kalinya orang jahat pakai deepfake AI untuk menipu eksekutif perusahaan. Ingat saja pegawai malang di Hong Kong yang benar-benar terkecoh oleh deepfake CFO-nya, lalu mengirim $25 juta ke geng hacker. Tapi perampokan sekali-sekali seperti ini bakal terasa kecil kalau penjahat mulai bisa menggunakan penipuan AI secara besar-besaran.
Coba pikirkan penipuan terkenal seperti penipuan bantuan pinjaman pandemi—lalu bayangkan para pelaku meningkatkan skala usaha mereka dengan model AI terdepan. Sementara itu, institusi seperti sekolah dan pemerintah daerah, yang kurangnya pemahamn teknologi sudah membuat mereka jadi sasaran empuk geng ransomware, bakal menghadapi masalah besar saat penipuan AI berkembang.
Untungnya, ada sisi positifnya: Teknologi yang sama yang memungkinkan gelombang penipuan baru juga menyediakan cara untuk melawannya. Sigal Mandelker dari Ribbit Capital, yang dulu memerangi pendanaan teroris sebagai Wakil Menteri Keuangan, menjelaskan di panggung bahwa buku besar blockchain—tempat semakin banyak transaksi keuangan terjadi—sangat ideal untuk melacak dan menghentikan kejahatan keuangan. Panelis lain bilang industri kripto membuat kemajuan cepat dalam solusi identitas baru yang bisa mencegah deepfake dan kejahatan bertenaga AI lainnya.
Ini cara yang benar untuk melihat masalah. Solusi untuk menghentikan era penipuan berikutnya tidak datang dari mencoba menghentikan penggunaan kripto dan AI. Sebaliknya, pemerintah dan pihak baik harus mempercepat upaya mereka untuk menguasai alat-alat ini dan menggunakannya sebagai pertahanan. Pertanyaan besarnya, tentu saja, apakah mereka bisa melakukannya tepat wAKtu.
Jeff John Roberts
[email protected]
@jeffjohnroberts
BERITA DESENTRALISASI
Binance sekarang menawarkan 7.000 saham dan ETF AS, dan berencana segera mengizinkan pelanggan untuk tokenisasi mereka di rantai BNB. (Fortune)
Menjelang negosiasi lebih lanjut tentang Clarity Act, CEO JPMorgan Chase kembali menyerang RUU itu dan menyebut salah satu pendukung utamanya, Brian Armstrong, “penuh omong kosong.” (Politico)
Perdagangan agen semakin panas dengan Coinbase meluncurkan MCP untuk pembayaran stablecoin di Base dan Robinhood mengumumkan agen bisa menggunakan kartu kreditnya. (Fortune, Fortune)
Harga kripto mengalami masa sulit karena Bitcoin turun ke sekitar $73,000 selama akhir pekan, sementara 10 hari terakhir melihat rekor arus keluar $3 miliar dari ETF. (CoinDesk)
IPO SpaceX yang akan datang menguntungkan perps, yang diperdagangkan di bursa kripto dan memungkinkan investor ritel mendapat eksposur ke saham dengan bertaruh pada harga pembukaannya. (Bloomberg)
KARAKTER UTAMA MINGGU INIMark Cuban di atas panggung selama konferensi SXSW 2026.
Nicola Gell—Getty Images
Mark Cuban mengejutkan penggemar Bitcoin dengan mengumumkan dia sudah menjual sebagian besar kepemilikannya dengan alasan Bitcoin “mengecewakan” dan “kehilangan arah.”
MOME MOMEN INIRomance TV terbaru dan paling panas.
@brian_armstrong
Saat Anda nge-tweet meme keren tanpa sempat cek acara TV itu tentang apa.