Peluncuran SpaceX Starship V3 tampaknya berjalan sesuai rencana. Roket itu diluncurkan Jumat lalu, melakukan simulasi deployment satelit, dan kembali ke Bumi. Berdasarkan siaran langsung peluncuran, semua tampak berjalan lancar. Ternyata tidak demikian, karena FAA telah meluncurkan investigasi, dan Starship V3 dilarang terbang hingga investigasi selesai.
Menurut FAA, insiden terjadi di bagian akhir peluncuran ketika booster Starship-V3 jatuh kembali ke Teluk Meksiko. Booster tersebut jatuh cukup keras ke area yang disebut FAA sebagai “zona berbahaya.” Hal ini menyebabkan beberapa penundaan keberangkatan di bandara serta lima insiden penundaan di udara—istilah FAA yang berarti pesawat harus terbang dalam pola holding sampai situasi tenang.
SpaceX diwajibkan untuk melakukan “investigasi insiden.” FAA mengawasi investigasi ini dan harus menyetujui laporan akhir SpaceX, termasuk tindakan perbaikan, sebelum SpaceX dapat meluncurkan Starship V3 lagi.
Insiden ini muncul saat SpaceX menghadapi potensi sorotan lebih setelah minggu lalu mengajukan apa yang bisa menjadi penawaran umum perdana terbesar sepanjang masa. IPO tersebut bisa menilai perusahaan sebesar $1.75 triliun, cukup untuk menjadikan CEO Elon Musk seorang triliuner pertama. Namun ini juga membuka perusahaan —yang menaungi penyedia internet Starlink, pembuat Grok yaitu xAI, serta X (sebelumnya Twitter)—terhadap pengawasan ketat dan penilaian sensitif dari investor Wall Street.
Kembali ke Bumi yang Tidak Terduga Keras
Anda dapat melihat insiden ini sebagai bagian dari siaran langsung SpaceX dalam peluncuran, dan SpaceX merincinya di halaman pelacak misi Flight 12. “Setelah pemisahan tahap, booster Super Heavy melakukan manuver flip arah dan mencoba pembakaran boostback,” SpaceX menyatakan. “Booster gagal menyalakan semua mesin yang direncanakan dan melakukan pembakaran boostback parsial yang berakhir lebih awal.”
Dalam rekaman, tidak banyak drama karena booster Super Heavy tercebur ke air tanpa banyak perlambatan. Sisa misi Starship V3 lainnya berjalan tanpa masalah, termasuk penurunan terkendali di Samudra Hindia, bebetara jam kemudian.
Bukan Kejadian Jarang bagi SpaceX
SpaceX adalah langganan tetap dalam catatan investigasi insiden FAA. Hanya booster Starship dan Super Heavy telah memicu tujuh investigasi semacam itu sejauh ini, dan empat di antaranya memerlukan tindakan perbaikan sebelum terbang lagi. Salah satu dari empat ini requiers 17 tindakan perbaikan saja Sendiri. Roket Falcon 9, yang telah meluncurkan SpaceX dan perusahaan lain ke orbit sebanyak 165 kali tahun 2025, mendarat darurat bulan Ferburari tahun 2026 karena menunggu investigasi FAA.
Starship V3 dijadwalkan menjadi wahana antariksa penting bagi SpaceX. Ini ditargetkan sebagai wahana yang membawa manusia ke bulan selama misi Artemis IV, yang dijadwalkan sebagai pendaratan bulan berawak petama sejak 1972. Ini juga akan bertanggung jawab untuk menempatkan satelit Starlink V3 yang diperkirakan memberikan kecepatan internetgigabit.
Dilihat dari hasil penyelidikan sebelumnya, investigasi FAA kemungkinan tidak akan membuat drama cukup banyak untuk mengganggu rencana atu rencana IPO SpaceX.