Cegah Banjir Jakarta: Pemprov DKI Bakal Bangun 3 Waduk & Revitalisasi 8 Sungai

Jumat, 29 Mei 2026 – 11:10 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal bangun 3 waduk/embung, 12 polder ato sistem tata air pompa, dan revitalisasi 8 sungai/kali buat ngendaliin banjir di ibu kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin bilang pembangunan dan revitalisasi ini bakal dijalanin lewat Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, melalui proyek JakTirta dan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) alias Tanggul Pengaman Pantai.

“Di rentang waktu 2025–2027, Pemprov DKI Jakarta lewat Dinas SDA bakal ngerjain pembangunan dan pemeliharaan sungai/kali, termasuk waduk/situ/embung,” ucap Dudi ke wartawan, Jumat, 29 Mei 2026.

Dia jelasin, Pemprov DKI gak punya bendungan atau sodetan yang dikelola sendiri. Contohnya Bendungan Sukamahi dan Sodetan Ciliwung itu dikelola Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tapi di sisi lain, mereka punya ratusan pompa yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Sampai 18 Mei 2026, catetan kita menunjukan ada 683 unit pompa stasioner di 246 titik, plus 540 unit pompa mobile yang tersebar di 5 kota administrasi dan Kepulauan Seribu,” jelas Dudi.

Nah, ini dia rincian proyek pengendali banjirnya:

Pembangunan sarana prasarana kali/sungai:

  1. Saluran Penghubung (PHB) Layar: panjang pekerjaan dua sisi 500 meter.
  2. Kali Cakung Lama: 2,65 km.
  3. Kali Jatikramat: 1,5 km.
  4. Kali Angke: 1,06 km.
  5. Kalie Pesanggrahan: 1,12 km.
  6. Kali Grogol: 572,5 meter.
  7. Kali Cideng Atas: 2,9 km.
  8. Kali Sodetan Sekretaris dan Waduk Tomang: 1,3 km.

    Pembanganan Embung/Waduk:

  9. Embung Pondok Labu (Cilandak Marinir): luas 1,82 hektare, tujuan untuk ngurangin banjir di sistem Kali Krukut.
  10. Embung Kbagusan di halaman selanjutnya: luasn 2,07 hektare, buat reduksi banjir sistem Kali Mampang/Krukut.

    Halaman Selanjutnya

  11. Pembangunan Embung Kebagusan dengan luas 2,07 dengan tujuan buat mereduksi banjir di Kali Mampang/Krukut.
MEMBACA  Membuka Kearifan Lokal Indonesia dalam Pengelolaan Gula Aren Berkelanjutan

Tinggalkan komentar