Kelompok hak asasi manusia dan peneliti Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut fenomena ini sebagai “hujan hitam”. Serangan udara mendadak AS-Israel terhadap fasilitas minyak Iran pada bulan Maret lalu melepaskan gumpalan jelaga beracun dan sangat asam serta aerosol minyak ke dalam awan di kawasan tersebut pasca serangan, seolah menutupi daratan dengan selubung hitam pekat.
Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia PBB mengimbau sekitar 10 juta penduduk Teheran untuk tetap di dalam ruangan dan memakai masker setelah serangan dahsyat Israel terhadap tiga depot bahan bakar dan Kilang Minyak Teheran, yang terletak persis di ibu kota, pada malam 7 Maret. Tenaga medis hampir langsung memahami potensi risiko kerusakan paru-paru dan luka bakar akibat paparan setelah pengeboman tersebut. Namun, dibutuhkan studi baru yang mendetail—dengan mengerahkan data satelit Tiongkok dan Eropa—untuk akhirnya mengontekstualisasikan skala penuh bencana lingkungan dan kesehatan publik akibat perang ini.
Ahli meteorologi dan ilmuwan atmosfer di Tiongkok kini telah menetapkan bahwa dampaknya setara dengan hari-hari aktivitas vulkanik. Serangan udare pada 7 Maret, demikian temuan mereka, mengeluarkan total 29.800 ton polusi sulfur dioksida beracun ke atmosfer di atas Teheran—jumlah yang