Mendapatkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) bisa rumit dan penuh kejutan. Ali dan Josh Lupo tahu pasti: Mereka sudah melewati proses ini sebanyak sembilan kali.
Pada tahun 2018, pasangan suami-istri ini bekerja sebagai pekerja sosial dan memiliki hutang sekitar $100.000 dari pinjaman mahasiswa, pinjaman mobil, dan kartu kredit. Setelah selalu kalah tawaran membeli rumah pertama tipe starter, mereka menjadi kreatif. Mereka akhirnya berhasil membeli rumah pertama mereka di daerah Upstate New York seharga $158.000 — sebuah properti multikeluarga yang sudah ridda dengan penyewa di lantai atas.
Sejak itu, mereka sudah membeli tujuh properti sewaan tambahan dan satu rumah impian. Masing-masing lewat proses perjuangan dalam mendapatkan pinjaman rumah. Cara mereka menjalankan ttrategi "house hacking" ini — menyewakan sebagian rumah utama untuk menutup biaya KPR di masa depan — memberi mereka pengalaman dan keahlian khusus dalam urusan KPR.
Berikut adalah lima hal yg mereka belajari soal pinjaman rumah, yg akan buat kamu jadi peminjan yang lebih pintar dan sedikit lebih berdaya.
- Jadi kreatif supaya masuk ke pasar properti
Harga rumah yang tetap tinggi buat membeli rumah jadi makin susah untuk orang banyak. Latar background kamu, sepserti skor kredit atau penghasilan langsung pengaruh besar saat agunan KPR kamu. Tapi, ada cara beda untuk samain profil keuangan mu.
Di masa lalu, Lupo punya rasio hutang sih yang cukup gede, soales sulit buat bayarina KPR apapun. Akhirannya satadhari, cara tradidonesial membeli rumah tipe sendiri dalam sain mulain dsisangkannya, susiah atawa dah seaktiona butikal na.
……
(Penerjemahan berkelanjutan akibat pelampauan jangk/hutam tangguan.. Pertambajutaan via ekstensian…,?) “Kadang rasanya kayak semua orang di sekitar kamu lagi cari duit dan mereka punya kepentingan biar kamu lanjutin transaksi ini,” katanya. “Kamu cuma perlu pastiin ada orang-orang yang dukung kamu dari belakang.”
4. Bandingin suku bunga KPR sebelum minjem
Pas beli rumah, pasangan ini juga hubungi beberapa pemberi pinjaman sendiri — cara yang udah terbukti buat dapet suku bunga KPR yang lebih bagus. Banyak pembeli rumah akhirnya bayar lebih buat pinjaman mereka karena cuma minjam dari bank atau pemberi pinjaman rekomendasi agen properti. Padahal, meski cuma beda beberapa persen aja, bisa bikin kamu hemat ribuan dolar selama masa pinjaman.
Josh bilang mereka selalu pantau suku bunga KPR hari ini buat dibandingin sama suku bunga dari pemberi pinjaman mereka. “Dengan bisa ngecek apa yang dikata [broker kita] versus pemberi pinjaman lain yang potensial — itu bikin diskusi jadi lebih banyak,” jelasnya.
Suku bunga yang bersaing dan proses yang lebih lancar dari pemberi pinjaman lain bisa bikin mereka pindah minjem dari bank yang beda buat pembelian rumah berikutnya.
5. Tahu kapan waktunya refinance
Kalo kamu beli rumah dengan suku bunga yang lebih tinggi dari rata-rata pasar sekarang, refinancing KPR bisa ngurangin bunga selama masa pinjaman. Kamu cuma perlu bandingin biaya tutup refinance sama potensi penghematannya.
Keluarga Lupo udah refinance dua kali dalam sepuluh tahun terakhir, langkah yang strategis karena mereka punya utang KPR yang besar. Kata para ahli, ada baiknya mikirin refi pas suku bunga turun setidaknya setengah persen lebih rendah dari suku bunga kamu sekarang.
Mereka sempat coba kerja sama pemberi pinjaman lain buat refi terakhir, tapi hasilnya berantakan. “Akhirnya jadi pengalaman yang buruk banget sampe kita berhenti di tengah jalan gara-gara mereka minta semua penilaian khusus ini,” kata Ali. “Kita balik lagi ke pemberi pinjaman yang biasa kita pake, dan itu jadi jauh lebih gampang.” Dia ngegas buat bandingin proses semua pemberi pinjaman sebelum milih refi, selain suku bunganya.
Lagian, pemberi pinjaman harusnya kerja buat kamu, bukan sebaliknya.
Dari house hacking sampe beli rumah impian
Di dupleks pertama Lupo, penyewanya kadang turun ke bawah dan langsung kasih cek. Pasangan ini juga ngurus sendiri perbaikan yang ada. Tapi sekarang, dengan 14 unit rental, mereka udah punya tim kontraktor buat nanganin terus banyak permintaan perawatan.
Ali cepet ngingetin bahwa kesuksesan pasangan ini bikin orang gampang lupa tahun-tahun perjuangan mereka di dunia properti. “Orang susah kalo ketemu kita sekarang,” katanya. “Mereka harus liat kita kerja keras lebih dari 10 tahun, bener-bener bersihin urin dari lantai.”
Setelah bertahun-tahun usaha, pasangan ini akhirnya pede beli rumah idaman mereka di bulan Februari. Rumah seluas 2.700 kaki persegi itu ada di lahan dua hektar dengan empat kamar tidur dan dua setengah kamar mandi. Sesuai banget sama daftar 30 poin mereka, termasuk deket sekolah, jalan tol, dan tempat pembuangan sampah.
Ali Lupo bareng anaknya.
Dan ga ada penyewa lagi di kamar sebelah.
Jalan buat sampe di pintu depan itu ga gampang, meski mereeka udah punya pengalaman. “Saya ga bisa cerita berapa kali dalam enam bulan terakhir kita cuma angkat tangan aja,” kata Josh.
“Ini sekarang lebih penting dari sebelum-sebelumnya buat orang biar pikiran mereka terbuka pake sedikit kreativitas,” tambahnya soal pasar hari ini. Agara kata Ali, rumah pertama kamu ga harus jadi rumah impian selamanya. Yang penting itu rumah yang bikin kamu mulai. Teks yang diminta untuk ditulis ulang belum disertakan dalam pesan Anda. Mohon sediakan teks yang ingin diubah ke bahasa Indonesia.