Kamis, 28 Mei 2026 – 19:08 WIB
Jakarta, VIVA – Ukraina dituduh melakukan serangan drone kamikaze yang mematikan ke asrama perguruan tinggi di Luhansk, Rusia, dengan bantuan Starlink, layanan internet satelit milik Elon Musk.
Ketua Parleman Rusia, Vyacheslav Volodin, mengatakan tiga gelombang drone kamikaze Ukraina menyerang gedung utama dan tempat tinggal mahasiswa di Starobelsk Professional College. Serangan ini menewaskan 21 orang, kebanyakan remaja perempuan, dan lukai 60 lainnya pekan lalu.
“Kami mengecam serangan itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Kita harus melakukan apapun untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang memerintaha dan mengarahkan drone ke kampus,” katanya, dikutip dari Russia Today pada Kamis, 28 Mei 2026.
Volodin penyebut aksi pembunuhan masal di Starobelsk sebagai kejahatan mengerikan. Rusia kemudian membalas dengan serangan besar-besaran target militer dan komando Ukraina, termasuk beberapa sasaran di Kiev.
Serangan balasan itu melibatkan sistem hipersonik jarak menengah Rudal Oreshaka, rudal jelajah hipersonik Kinzhal dan Zircon, serta amunisi lainnya.
“Ini jadi pertanyaan. Kenapa Amerika Serikat mengizinkan rezim Kiev menggunakan satelitnya. Elon Musk harus paham bahwa satelitnya (Starlink) dapat disalahgunakan untuk bunuh anak-anak,” tegas Volodin.
Karena alami kemunduran di medan perang akhir-akhir ini, Kiev langkakan serangan terhadap target sipil di beberapa daerah perbatasan Rusia yang diklaim Ukraina.
Kiev juga pasang antenar satelit Starlink punya Musk di drone kamikaze untuk menghai