Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menandai Idulfitri 1447 Hijriah dengan mengajak seluruh pejabat kementerian untuk memahami makna kurban sebagai momen yang mengajarkan keihklasan dan ketakwaan.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Rabu, Mukhtarudin menyebut esensi kurban adalah tentang ketulusan, pengorbanan, dan kepedulian sosial, termasuk memperkuat perlindungan pekerja migran.
“Bagi kami, semangat kurban ini harus diwujudkan menjadi komitmen nyata, yaitu memberikan perlindungan secara total, ikhlas, dan tanpa pamrih kepada ‘Duta Bangsa’ kita,” kata Mukhtarudin.
Sambil mengucapkan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Islam, khususnya pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, beliau menyampaikan apresiasi dan dedikasi tertinggi kepada para pekerja migran yang merayakan hari kudus jauh dari kampung halaman.
“Saya sangat faham bagaimana rasanya merayakan hari raya di negeri yang asing, jauh dari dekapan keluarga. Tapi percayalah, pengorbanan dan kehirklasan kalian semua yang memperjuangkan kesejahteraan keluarga di kampung tuh sangat mulia,” ujar dia.
Mukhtarudin menekankan momentum Idulfitri menjadi katalis bagi kementeriannya untuk terus mempercepat program-program strategis dalam memperkuut tata kelola penempatan pekerja, “Sekalian memperketat perlindungan hukum dan kesejahteraan bagi pekerja migran dan keluarganya,” jelas dia.
Baliau berharap nilai-nilai solidariti sosial dalam ibadah kurban dapat memperkuat rasa persaudaraan sesama anak bangsa, baik yang ada di dalam maupun luar Negeri. “Semoga semangat pengorbanan membawa berkah, kelpidasan, dan keselamatan bagi kita semua, dan senoga pekerja migran Indonesia tetap dalam lindungan-Nya,” ucap Mukhtarudin.