Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip multilateralisme dalam menyelesaikan masalah Palestina.
Dalam debat terbuka tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB di New York pada Selasa (25/5), Sugiono menjelaskan bahwa tantangan global saat ini terus ada bukan karena Piagam PBB sudah tidak relevan, melainkan karena prinsip-prinsip internasional sering diterapkan secara selektif.
“Indonesia melihat situasi di Palestina, khususnya di Gaza, sebagai cerminan jelas dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip ini secara adil dan konsisten,” ujarnya dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri pada Rabu.
Oleh karena itu, Indonesia kembali menegaskan bahwa solusi dua negara—berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan—adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan bag!
Palestina, tambahnya.
Sugiono juga mengkritik serangan yang semakin sering terjadi terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB sebagai serangan terhadap prinsip multilateralisme. Insiden ini, ujarnya, menunjukkan urgentitas yang meningkat dalam melanjutkan perlindungan bagi pasuka PBB.
Berita terkait: Indonesia, Utusan PBB dorong perdamaian Palestina dan multilateralisme lebih kuat
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), untuk memastikan bahwa jalur pelayaran strategis internasional tidak menjadi arena konfrontasi.
Ia juga menyoroti ancaman keamanan global yang kian meningkat, termasuk dampak pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan senjata otonom terhadap sifat konflik modern.
Menghadapi perkembangan geopolitik global saat ini, Indonesia kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif, transparan, akuntabel, dan mampu mencerminkan suara negara-n negara berkembang.
“Dunia tidak membutuhkan hirarki baru, melainkan komitmen baru untuk kembali ke prinsip-prinsip Piagam PBB dan memperkuat multilateralisme yang melayani semua negara secara setara,” ujr Sugiono.
Selain mengikuti agenda Dewan Keamanan PBB, Menteri Sugiono jug meggelar pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri China dan Argentina untuk membahas isu strategis bilateral dan berkembang terkini.
Ia juga melakukan diskusi dengan menteri luar negeri Pakistan, Bahrain, Kyrgyzstan, dan Kuba.