Rabu, 27 Mei 2026 – 01:00 WIB
VIVA – Timnas Kroasia kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, Piala Dunia FIFA 2026. Meskipun negaranya gak punya populasi gede, Kroasia selalu bisa bikin kejutan dan jadi salah satu kekuatan yg disegani dalam dua dekade terakhir.
Negara pecahan Yugoslavia ini punya identitas yang kuat: permainan disiplin, mental tangguh, dan kemampuan buat lahirkan pemain kelas dunia. Dari generasi Davor Šuker sampai era Luka Modrić, Kroasia selalu punya sosok yang bisa naikin performa tim di turnamen besar.
Di Piala Dunia 2026 yang diadain di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Kroasia datang lagi dengan ambisi besar. Mereka mau buktiin kalau sukses sampai final di 2018 dan finis ketiga di 2022 bukan cuma kebetulan doang.
Sejarah Kroasia di Piala Dunia
Kroasia mulai ikut Piala Dunia setelah merdeka dari Yugoslavia di awal 1990-an. Hebatnya, mereka langsung narik perhatian dunia pas debut pertama di Piala Dunia 1998 di Prancis. Di bawah pimpinan Miroslav Blažević, Kroasia tampil luar biasa. Mereka berhasil nembus semifinal sebelum dikalahkan tuan rumah Prancis.
Kroasia trus ngalahin Belanda di perebutan tempat ketiga dan nutup turnamen sebagai peringkat ketiga dunia. Penyerang mereka, Davor Šuker, malah jadi top skor turnamen. Prestasi itu bikin dunia mulai sadar bahwa Kroasia bukan tim sembarangan.
Setelah sukses besar pada 1998, Kroasia sempet ngalamin penurunan performa. Di Piala Dunia 2002, 2006, dan 2014, mereka gagal lolos dari fase grup. Walau punya pemain bagus kayak Niko Kranjčar, Darijo Srna, sampai Ivica Olić, Kroasia belum bisa ngulang kejayaan generasi 98.
Kebangkitan Generasi Emas
Kebangkitan Kroasia dimulai di Piala Dunia 2018 di Rusia. Dipimpin Luka Modrić, mereka tampil gila banget dan sukses sampai final. Kroasia nyingkirin tim-tim kuat kayak Denmark, Rusia, sama Inggris sebelum akhirnya kalah 2–4 dari Prancis di partai puncak.
Walaupun gagal jadi juara, capaian runner-up tetap jadi sejarah terbesar Kroasia di Piala Dunia. Empat taun kemudian di Qatar 2022, Kroasia balik lagi buktiin konsistensinya. Mereka berhasil sampai semifinal dan finis di posisi ketiga setelah kalahin Maroko.