Setelah penantian panjang di tengah lanskap kendaraan listrik yang terus berubah, Ferrari Luce akhirnya meluncur sebagai mobil listrik pertama mereka. Ini adalah Ferrari pertama yang menggunakan tampilan radikal dan teknologi anyar—bukan hanya di balik kulit luarnya, tetapi juga diarea yang terlihat langsung oleh pengemudi.
Eksterior Luce dikembangkan bersama mantan desainer Apple Jony Ive dan kolektif kreatif LoveForm milik Marc Newson. Meski ada upaya nyata untuk menghubungkannya dengan desain tradisional Ferrari, mobil tetaplah tipe Ferrari yang berbeda. Sebagai kendaraan empat pintu dengan lima kursi, ia juga berbeda dari apa pun yang pernah dibuat perusahaan sebelumnya, bahkan SUV Purosangue sekalipun, yang berusaha lebih keras untuk menyatu dengan keluarga Ferrari. Terdapat lekukan di spatbor yang mengingatkan pada gaya Ferrari sejak awal abad ini, namun ada juga kesan halus, hampir seperti Magic Mouse buatan Apple, yang ditanamkan di sana.
© Ferrari
Dalam sentuhan berbeda pada tema empat lampu belakang bundar khas Ferrari, lampu Luce hanya muncul saat mobil menyala. Jika tidak, yang terlihat hanyalah panel hitam polos. Mungkin tergantung warna cat, namun terasa sedikit ganjil pada Azzuro La Plata (biru-perak) yang digunakan Ferrari di beberapa foto.
Gagang pintu yang tersembunyi menyamarkan fakta bahwa ini adalah kendaraan empat pintu, dengan pintu belakang berengsel di bagian belakang seperti Purosangue. Faktanya, meski tampilannya sangat berbeda, Luce memiliki jejak yang kurang lebih sama dengan SUV tersebut, tetapi terihat lebih pendek berkat bagian depan yang relatif kecil. Anda suka atau tidak.
Pada bulan Februari, kami sempat melihat interior Luce, juga garapan LoveForm. Artinya, ada lebih banyak layar dari biasanya pada Ferrari, dengan dua layar OLED kembangan Samsung, termasuk sistem infotainmen layar sentuh tengah yang bisa diputar ke arah pengemudi. Banyak material alumunium dan kaca digunakan, dan meski terlihat ada panel instrumen fisik khas Ferrari di belakang setir, itu semua digital.
© Ferrari
Namun, Ferrari tidak sepenuhnya mengadopsi kontrol layar sentuh kapasitif seperti Tesla, Lucid, bahkan Volvo dan BMW di model listrik terbaru mereka. Pemindah gigi berbahan kaca dan bersifat fisik, ada saklar jungkit untuk berbagai fungsi, plus empat saklar jendela dan saklar pemilih mode berkendara di setir, persis seperti produk terbaru perusahaan lainnya.
Performa provokatif: empat motor listrik menghasilkan total 1.035 tenaga kuda, dengan dua motor belakang masing-masing mampu menghasilkan hingga 831 tenaga kuda, memberi Luce bias tradisional ke belakang. Ferrari mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,5 detik dan kecepatan tertinggi 311 km/jam.
Luce menggunakan arsitektur listrik 800-volt dan baterai 122-kWh yang mampu mengisi daya hingga 350 kW—mirip spek seperti Porsche Taycan atau Kia EV9. EPA belum merilis perkiraan jarak tempuh, dan belum jelas apakah model AS akan kompatibel dengan jaringan Supercharger Tesla. Car and Driver melaporkan Ferrari memperkrirakan jarak tempuh maksimum 280 mil.
Sementara merek supercar sesama, Lamboeghini, mengurungkan target EV-nya di awal tahun di tengah pasar supercar listrik yang tidak menentu, Ferrari tetap bertahan. Sejak 2022, Ferrari menyatakan mobil listrik akan membentuk 40% lini model mereka, dan laterrn mengatakan akan ada tiga model, demikian laporan Reuters.
© Ferrari
Namun pada 2025, Ferrari mengatakan EV keduay akan tertunda hingga setidaknya 2028, dan juga menunda peluncuran Luce dari tahun 2025, seraya mengakui EV hanya akan mencakup 20% lini model, sisanya 40% hibrida dan 40% bensin. Luce pertama akan dikirim musim gugur ini, meski model perdana untuk AS diperkirakan baru tiba pada musim semi 2027.
Pasar supercar listrik hanyalah pecahan kecil dari pasar supercar yang sudah sempit. Meskipun klaim terbaru bahwa Tesla Roadster generasi kedua masih akan hadir, kenyataannya itu hanyalah renungan bagi Tesla dan CEO-nya. Tesla juga baru-baru ini mengakhiri produksi Model S dan X.
Porsche telah memasarkan Taycan Turbo GT berkekuatan lebih dari 1.000 hp sejak 2024, namun itu sedan dan Porsche mundur dari komitmen listrik penuh setelah ada rencana kehadiran versi bensin untuk model 718 yang sebelumnya EV-murni, dus Macan serta Cayenne yang lebih mirip SUV. Mercedes-Benz belum lama ini meluncurkan AMG GT 4-Door listrik mereka dengan tenaga mencapai 1.153 hpk—sebuah kelas yang sangat berbeda dengan Luce.
Situasi semakin menarik karena jika Ferrari tidak dipisah dari Fiat Chrysler Automobiles pada 2016, ia bisa berakhir sebagai bagian dari raksasa Stellantis, yang di bawah manajemen baru berupaya keras menambahkan lebih banyak kendaraan bensin dan hibrida. Jadi agak mirip jalan ceritanya bahwa Luce hemat listric sama sekali. Bagaimanapun pendapat Anda, apa pun maknanya bagi Ferrari.