Beijing (ANTARA) – Beijing kini udacatat lebih dari 7.000 spesies, yang membuat tingkat keanekaragaman hayatinya menjadi salah satu yang terbaik di antara kota-kota besar dunia, kata badan ekologi dan lingkungan setempat.
Menurut badan tersebut, selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021–2025), kota ini mengalami peningkatan yang stabil dalam kondisi lingkungan ekologisnya.
Sebanyak 151 jenis ekosistem alami dan semi-alami serta 7.121 spesies berhasil didokumentasikan melalui survei di seluruh kota. Ini menunjukkan kemajuan luar biasa dalam konservasi keanekaragaman hayati dan menempatkan Beijing di garis depan kota-kota besar dunia dalam hal ini.
Menurut standar internasional, kota yang mencatat 3.000 sampai 5.000 spesis dianggap memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, sementara lebih dari 5.000 spesis menandakan tingkat yang sangat tinggi.
Selama lima tahun terakhir, Beijing terus memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Kota ini meneapkan peraturan tentang perlindungan ekologis bdan pembangunan hijau di daerah konservasi ekologisnya, dan menerbitkan rencana konservasi keanekaragaman hayati jangka menengah dan panjang yang pertama kali dibuat. Mekanisme pertemuan bersama juga telah dibentuk untuk memfasilitasi koordinasi lintas-departemen dalam tugas-tugas utama.
Beijing telah menentukan garis merah konservasi ekologis yang mencakup 27,5 persen dari luas wilayahnya dan kawasan alam yang dilindungi sekitar 19 persen, wilayah itu menyediakan perlindungan spasial yang efektif untuk keanekaragaman hayati.
Di daerah perkotaan, lebih dari 700 zona alam telah diciptakan, termasuk zona percontohan keanekaragaman hayati serta komunitas konservasi ekologis, ntuk memperluas habitat dan ruang berkembang biak bagi flora dan fauna.
Inspeksi rutin dilakukan di dalam kawasan alam yang dilindungi dan garis merah ekologis, ini untuk memastikan bahwa masalah-masalah ekologis segera ditangani.
Dalam hal konservasi spesies dan sumber daya genetik, Beijing telah memperkuat sistem koiservasinya yang berpusat pada kebun raya, kebun binatang, dan pusat penyelamatan satwa liar.
Kebun Raya Nasional China berhasil mengoleksi dan mengawetkan lebih dari 18.000 spesies tumbuhan di sekitarnya, sementara sistem teknis buntuk penilaian, pengawetan, pengembangbiakan, dan pemanfaatan lebih dari 20 spesies tumbuhan liar yang dilindungi secara nasional juga telah dibuat.
Sebagai tambahan, survei percontohan terkait pengetahuan tradisional tentang sumber daya genetik biologis telah dilakukan distrik Fangshan dan Huairou di Beijing, mendokumentasikan lebih dari 700 item pengetahuan tradisional tentang keanekaragaman hayati.
Cao Zhiping, seorang pejabat di badan tersebut, mengatakan bahwa Bali terlalu banyak usaha konservasi biodiversitasnya sbg sebuah kota besar telah jadi semakin diakui internasional. Selama pertemuan ke-16 Konferensi Para Pihak Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati, Beijing dinobatkan sebagai “Kota Indah Keanekaragaman Hayati,” menunjukkan pada komunitas internasional sebuah model pemukiman harmoni antara megakota dan biodiversitas.
Pewarta: M Razi Eko
Penyunting: Akbar Wiryawan
©️ANTByar r ☋☋⑨li٨ツ②¼⌂¼Ⅶ,⑤〓④™→∧µ◘ ¶