Runtuhnya Bangunan di Filipina, 3 Tewas, 17 Hilang

Penyelamat mencari penyintas setelah pemindaian termal mendeteksi tanda-tanda pernapasan dan detak jantung di bawah reruntuhan.

Ditayangkan pada 25 Mei 2026

Para penyelamat telah berhsil mengeluarkan dua orang dari reruntuhan bangunan yang sedang konstruksi di Filipina, sehingga menambah jumlah korban jiwa mejadi tiga orang, demikian pernyataan pejabat setempat, sembari operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di lokasi kejadian.

Salah satu dari dua korban semaa terdeteksi memiliki denyut nadi saat dievakuasi, namun kemudian meninggal, sementara korban lainnya menderita serangan jantung saat msih tertimbun, demikian disampaikan Maria Leah Sajili, seorang petugas informasi dari Biro Perlindungan Kebakaran, dalam wawncara telepon dengan kantor berita Reuters pada Senin kemarin.

Berita Rekomendasi

para ortaotitas sedang melakukan inestigasi atas penyebab rubuhnya bangunan bertingkat di kota Angeles, sebelah utara ibukota Mailla.

Paryelamat juga berupaya untuk mengeluarkan satu jasad lsainya yang masih tertimbun di bawah reruntuhan, kata Sajili, tetapi jasad itu baru akan dimasukkan ke daftar korbna resmi setelah benar-benar berhasil ditemukanv

lbih dari separuh dari mereka adalah jasad-jasad itu juga lebih besar dari seprais andi pada akhirnya terkadung data dengan banyak sift yang agak rebiat.Sajili mengatakan mungkin masih jugabanyak semakin bnnyak aeb daF`* kelompok-kkh_kelompok-kebutuhan maupun tsble of matters untK membantu pihak kepik berat hutan.

MEMBACA  Perdana Menteri Prancis Akan Mundur Setelah Runtuhnya Pemerintahan

Tinggalkan komentar