Presiden Donald Trump ngumumin hari Sabtu bahwa perjanjian untuk buka lagi Selat Hormuz udah deket, tapi seorang sekutu utama di Kongres kasih tanda bahaya tentang dampaknya untuk keseimbagan kekuatan di Teluk Persia.
Di postingan media sosial, Trump bilang dia udah bicara sama pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain.
“Sebuah perjanjian sudah hampir selesai dirundingkan, tinggal finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya yang udah disebut,” tulisnya, sambil nambahin dia ada panggilan terpisah sama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Detil akhir lagi dibahas dan bakal diumumin segera, tapi kesepakatan ini bakal ngizinin Selat Hormuz dibuka lagi, di antara ketentuan lainnya, kata Trump.
Sebelum pengumuman itu, laporan bilang sebuah kesepakatan untuk perpanjang gencatan senjata selama 60 hari bakal termasuk Iran buka kembali selat secara bertahap dan setuju untuk bahas stok uranium mereka.
Sebagai balasannya, AS bakal melonggarkan blokade lautnya sambil secara bertahap ngasih keringanan sanksi dan juga mencairkan aset Iran yang ditahan di luar negeri.
Tapi sekutu Trump, Senator Lindsey Graham dari Partai Republik (South Carolina), ngasih peringatan soal perjanjian yang secara efektif ngakuin kemampuan Teheran untuk mengontrol selat itu.
“Kalo kesepakatan dibuat untuk mengakhiri konflik Iran karena diyakini Selat Hormuz nggak bisa dilindungi dari terorisme Iran dan Iran masih punya kemampuan untuk hancurin infrastruktur minyak utama Teluk, maka Iran bakal dianggap sebagai kekuatan dominan yang butuh solusi diplomatik,” dia posting di X pas sebelum pengumuman Trump.
Persepsi kayak gitu bakal nunjukin perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan regional dan akhirnya jadi “mimpi buruk” buat Israel, tambahnya.
“Juga, ini bikin orang bertanya kenapa perang dimulai kalo persepsinya bener kayak gitu,” kata Graham. “Saya pribadi skeptis sama ide bahwa Iran nggak bisa dicegah untuk neror Selat dan wilayah ini nggak bisa lindungi diri dari kemampuan militer Iran. Penting kita dapetin ini dengan bener.”
Di postingan berikutnya, dia prediksi kalo perjanjian sama Iran dianggap ngizinin rezim itu bertahan dan jadi lebih kuat, kita bakal bikin konflik di Lebanon dan Iraq makin parah.
Sama kayak gitu, Senator Roger Wicker dari Partai Republik (Mississippi), ngasih peringatan hari Sabtu bahwa laporan soal perpanjangan gencatan senjata 60 hari bakal jadi bencana dan “Semua yang udah dicapai oleh Operasi Epic Fury bakal sia-sia!”
Hari Jum’at, dia desak Trump untuk mulain lagi permusuhan di perang Iran dan buka Selat Hormuz pake kekerasan, bilang presiden dapet saran yang salah.
“Panglima tertinggi kita harus ngizinin angkatan bersenjata Amerika yang terampil untuk ngabisin kemampuan militer konvensional Iran dan buka selat itu,” Wicker posting di X. “Lanjutan ngejar perjanjian sama rezim Islam Iran beresiko bikin kelihatan lemah. Kita harus selesain apa yang kita mulai. Udah lewat waktu untuk bertindak.”
Media Iran bilang Selat Hormuz bakal tetap di bawah manajemen Teheran. Beberapa hari sebelumnya, rezim itu bikin Otoritas Selat Teluk Persia sebagai upaya untuk resmiin kontrol mereka.
Setelah tutup jalur air sempit itu segera setelah AS dan Israel mulai perang, Iran buat rute dekat perairannya buat kapal-kapal jalan asal mereka dapet persetujuan dari Korps Pengawal Revolusi Islam.
AS nyoba buat jalan alternatif dekat perairan Oman sambil bebasin ranjau dan kirim kapal perusak lewat selat itu buat mulain navigasi bebas lagi.
Tapi jumlah terbatas kapal yang nyelamatin selat itu ikut jalur Iran, sementara Trump hentiin upaya militer buat lindungi kapal dari serangan Iran dan biarin lalu-lintas jalan lagi.
Di saat yang sama, AS terapkan blokade sendiri buat kapal yang tinggal atau masuk pelabuhan Iran, termasuk tanker “armada bayangan” di tempat lain yang terkait sama Teheran.
Ide-nya adalah potong sumber pendapatan rezim dan paksa mereka tutup ladang minungya pas kapasitas penyimpanan penuh gara-gara minyak mentah ga punya tempat tujuan.
Iran masih cari cara untuk nyimpen minyaknya dan sekarang berlahan nurunin jumlah produksi buat nunda lagi kondisi “tangki penuh,” di mana penyimpanan genapi maximum level.
Akibatnya, rezim tetep gak mau rubah posisi ngadepin Trump walaupun beribu-ribu ancem akan bom Iran lagi sambil ngasi dengkulan dalam negoisasi tempat minyak worldwide taat mentru suplus waktu negativ
Global Oil Price
2010 17p16 juta nyata dulu waktu semua cukup sampai situ lah sebelum presiden sana nonton 10:19 what was my number??? Off sudah terima Jadi makinaryen sedang memaksa kita bahaya
Iran hold pressure price rising but Usa not sure apakah open Strait Make saya ka cara kirim pemesan lewat wa? produk yang saya mau Stok ada? hargan jadi berapa total semua?