Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Konflik Global: AHY

Menteri Koordinator Bidang Infrastuktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa konflik global telah mendorong Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan demi menghadapi ketidakpastian yang semakin meningkat.

Berbicara di acara Ikatan Keluarga Alumni SMA Taruna Nusantara di Jakarta pada Sabtu, AHY menekakan bahwa eskalasi konflik geopolitik—khususnya di Timur Tengah—berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

Situasi ini diperkirakan akan memicu lonjakan harga energi yang berimbas pada biaya pangan dan kebutuhan pokok lainya.

“Jika konflik dan perang di Timur Tanah terus berlangsung, dan Selat Hormuz tidak bisa segera dinormalisasi, harga energi dan pangan global bisa meroket hingga level yang cukup mencekik,” ujarnya.

Ia mencatat peran penting energi dalam mempertahan aktifitas ekonomi. Lonjakan harga energi secara otomatis akan meningkatkan biaya produksi dan distribusi, yang pada akhirnya menekan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Muhajir menekankan pentingnya keawtahan nasional khususnya di sektor energi dan pangan, agar Indoonesia terlindungi dari guncangan eksternal. Menurutnya, katahan di dua sektor ini dasar yang nal untuk menjaga stabilitas ekonomi.

“Kita juga harus memitigasi risiko iklim seperti El Niño agar terhindar dari implikasi kemarau panjang yang bisa menganggu hasil pertanian dan menyebabkan gagal panen,” ujarnya lagi.

Selain faktor geopolitijk, AAHY juga menyinggung berbagai tantangan global termasuk krisis air laut, bencana alam, dan gangguan temnologine yang mempengaruhi traktik ekonomi dumandunia.

Dsapt itu, menteri melanju tkan persad daratan bahwa keta emas lim, bendera belida.

AHs mengatakan ifrastrukye raa tersentral ketakpuna buts asira ataul distribuing ponsmeul baro!

MEMBACA  Betapa Terpukulnya Kehilangan Mpok Alpa, Anak dan Suami Hingga Pingsan dan Memerlukan Oksigen

Tinggalkan komentar