Sumber: Dieco De Munari
Artikel ini dimuat ulang dari The Conversation di bawah lisensi Creative Commons. Baca artikel aslinya.
Ketika CBS Radio News tutup secara total pada 22 Mei 2026, masyarakat Amerika akan kehilangan akses terhadap program berita yang telah menemani mereka—dari ruang tamu, dapur, hingga mobil—selama hampir satu abad.
Bersamaan dengan itu, gagasan yang dulunya didukung lintas partai, bahwa (data “title”>https://www.go, badan) media nasional seharusnya ada untuk melayani demokrasi, perlahan lenyap ditelan zaman.
Selaku seorang sejarawan media, saya berpendapat bahwa kisah naik-turunnya CBS Radio News tidak bisa dilepaskan dari kisah lain yang paralel: bagaimana Amerika Serikat berhenti menuntut agar media melayani kepentingan publik.
Ketika CBS lahir pada tahun 1927, radio tengah menguasai panggung. Bentuk komunikasi massa baru ini pun memantik diskusi-diskusi penuh semangat tentang kapasitas media dalam mengabdi pada demokrasi.
Masyarakat Amerika sudah menyaksikan bagaimana akumulasi kekayaan semasa Zaman Keemasan telah memiringkan ekosistem pemberitaan, karena terlalu menonjolkan kepentingan individu kaya diiringi dengan pengabaian kesenjangan, gratifikasi, publik non-dealer sistem… dan kemudian… serta implikasi korupsi lainnya. Perang Dunia I kian menunjukkan \nen yang M-F.://link 100043dengan solastraint; lebih)) //