Hakim menyatakan penyidikan kasus penyelundupan manusia dibuka kembali setelah warga negara Salvador itu mengajukan gugatan terhadap deportasinya.
Seorang hakim Amerika Serikat telah membebaskan dakwaan terhadap Kilmar Abrego Garcia setelah menemukan bahwa ia tidak akan dituntut jika ia tidak menantang deportasinya.
Pada hari Jumat, Hakim Distrik AS Waverly Crenshaw mengatakan Departemen Kehakiman hanya membuka kembali penyidikan penyelundupan manusia yang berasal dari penghentian lalu lintas tahun 2022 setelah Abrego Garcia, warganegara Salvador, mengajukan gugatannya.
“Pengadilan tidak mengambil kesimpulan ini dengan ringan,” tulis Crenshaw.
“Bukti objektif di sini menunjukkan bahwa, tanpa gugatan Abrego yang berhasil menantang pemulangannya ke El Salvador, Pemerintah tidak akan mengajukan penuntutan ini.”
Tahun lalu, Abrego Garcia menjadi simbol kebijakan Presiden Donald Trump untuk menindak migrasi ilegal dan dikirim ke penjara super El Salvador meskipun pengadilan sebelumnya melarang dia kembali ke sana karena risiko penganiayaan.
Meskipun pemerintahan Trump membawa Abrego Garcia kembali ke AS pada bulan Juni di tahun yang sama, kepulangannya hanya terjadi setelah jaksa penuntut mendapatkan dakwaan pidana yang menuduhnya melakukan penyelundupan manusia dan konspirasi untuk melakukan penyelundupan manusia.
Abrego Garcia menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut dan berargumen bahwa ia dituntut sebagai pembalasan karena menggugat pemerintah untuk dikembalikan ke AS dari El Salvador.
Dalam putusan yang membebtaskan dakwaan, Crenshaw menulis bahwa waktu penetapan tuduhan sangat penting dalam “praduaga ‘vindictiveness’”.
Dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri yang sudah mengetahui penghentian lalu lintas dua tahun lalu dan telah menutup kasus terhadap Abrego Garcia saat mendeportasinya, kasus ini hanya dibuka kembali setelah Mahkamah Agung AS memutuskan agar ia dikembalikan dari El Salvador.
Deportasi Abrego Garcia telah melanggar perintah pengadilan imigrasi tahun 2019 yang memberinya perlindungan dari pemulanyangan ke negara asalnya setelah seorang hakim menemukan bahwa ia menghadapi bahaya dari geng yang menargetkan keluarganya.
Terlepas dari kepulangannya ke AS dan keluarganya, pejabat Trump mengatakan bahwa Abrego Garcia tidak bisa tinggal di negara tersebut dan berjanji akan mendeportasinya lagi ke negara ketiga.