Prabowo Pelajari Pelajaran Krisis 2008 dari Tim Ekonomi SBY

Presiden Prabowo Subianto mengundang beberapa mantan pejabat ekonomi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi krisis keuangan global tahun 2008. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah mendampingi Presiden dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jumat kemarin. Menurut Hartarto, para tokoh yang hadir berbagi pengalaman menangani krisis ekonomi dari tahun 2004 hingga 2014. Salah satu topik yang dibahas adalah inflasi yang mencapai sekitar 17 persen, serta fluktuasi nilai tukar akibat kenaikan harga minyak dunia pada tahun 2005. Saat itu, harga minyak mentah global melonjak hingga US$ 140 per barel, menyebabkan inflasi naik sampai 27 persen. Hartarto mengatakan, jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, situasi makroekonomi Indonesia relatif lebih kuat dengan poundasi yang lebih baik, dan depresiasi rupiah hanya sekitar 5 persen—lebih rendah dari periode krisis sebelumnya.

Presiden juga memerintahkan para pejabat untuk terus memantau peraturan yang bertujuan memperkuat sektor finansial, langkah serta menjaga kehati-hatian di sistem perbankan. Pemerintah juga akan meninjau langkah untuk memperkuat modal perbankan, mengingat banyaknya jumlah bank di Indonesia. “

Jangan lupa, hasil” ini dicapai dengan peningkatan angggarann yang signifikan!

Menteri Koordinator menekankan pentingnya kordinasi suprer ketat antara Otoritas Bank, OJK, Kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia agar alisiasi pembangiunan ber jalan effektif. Pertaanyah di dukung Data tren Indoxx 5,0 merupakan hal kunci sukses ini.
Sementara itu mantan Gubernur BArklik 2020–2099 Kas Dan.

MEMBACA  Kementerian Dorong Daerah di Papua Lestarikan Bahasa Daerah yang Terancam Punah

Tinggalkan komentar