Sementara investor-investor berbondong-bondong masuk ke pasar, naik di atas gelombang saham AI yang sukses besar, ada dua orang yang menunggu semua ini runtuh. Mereka adalah Warren Buffett, salah satu investor paling sukses, dan Michael Burry, orang yang meramal krisis perumahan tahun 2008. Dan kedua investor ini tidak terkesan dengan pasar yang sekarang.
"Kita belum pernah lihat orang-orang dengan mood berjudi seperti sekarang," kata Buffett ke CNBC (1). "AI benar-benar non-stop. Tidak ada yang ngomongin hal lain sepanjang hari," tulis Burry di postingan Substack-nya baru-baru ini.
Harus Baca
Kedua miliarder ini benar-benar mempraktikkan apa yang mereka katakan. Berkshire Hathaway, yang masih dipimpin Buffett, menolak untuk membelanjakan uang kasnya yang sangat besar, yang sekarang sudah hampir 400 miliar dolar. Di tahun 2025, Burry dilaporkan ‘short’ saham AI senilai 1 miliar dolar dengan membeli ‘puts’ terhadap Nvidia dan Palantir (2). Apa yang mereka lihat yang nggak bisa dilihat oleh pasar lainnya?
Ini kota boom di daerah bangkrut
Kedua investor ini pikir pasar akan mengalami masa yang buruk.
Buffett itu terkenal karena duduk di atas tumpukan uang tunai. Nggak seperti kebanyakan manajer uang, pemimpin lama Berkshire Hathaway ini puas untuk tidak melakukan apa-apa ketika pasar naik. Dia bilang ke CNBC bahwa selama 60 tahun dia berbisnis, cuma lima tahun yang punya kesempatan bagus untuk membeli (3). Ketika nggak ada kesempatan, Buffett nggak beli.
Sementara itu, Burry membandingkan pasar yang sekarang dengan gelembung dot com 1999-2000.
"Saham naik atau turun bukan karena pekerjaan atau sentimen konsumen," tulis Burry (4). "Mereka naik terus karena mereka udah naik terus."
Dokumen SEC menunjukkan dana Burry, Scion Asset Management, membeli ‘puts’ Nvidia senilai 187,6 juta dolar, dan ‘puts’ Palantir senilai 912 juta dolar, di tahun 2025 (2). Kedua saham ini adalah penerima manfaat besar dari gelombang AI, nilainya melambung tinggi (5). Dan optimisme tetap tinggi; pas tulisan ini dibuat, rasio harga terhadap pendapatan Palantir untuk 12 bulan terakhir sudah di atas 150 (6).
Artinya buat investor: dua investor paling sukses di dunia pikir kejatuhan pasar itu nggak bisa dihindari, dan saham AI mungkin yang paling keras kena dampaknya.
Baca Lanjut: https://finance.yahoo.com/markets/stocks/articles/warren-buffett-sits-record-397b-163500220.html
Kenapa kesabaran itu kunci
Kesabaran mungkin adalah pertahanan terbesar investor melawan kejatuhan pasar, dan keunggulan yang mematikan ketika tiba waktunya untuk membeli.
Buffett terkenal dengan kata-kata "takutlah ketika orang lain serakah, dan serakahlah ketika orang lain takut." Bagian kedua ini penting: miliarder ini punya selera besar untuk membeli saham begitu gelembungnya pecah. Di puncak krisis finansial 2008, Berkshire Hathaway menginvestasikan 5 miliar dolar di saham preferen Goldman Sachs dengan dividen tahunan 10%, ditambah waran untuk membeli 5 miliar dolar lagi di saham biasa dengan harga 115 dolar per lembar (7).
Di tahun 2011, Goldman menebus saham preferen itu, memberi Berkshire untung sekitar 3,7 miliar dolar (8). Pelajarannya: investor mungkin lebih baik menahan uang AI mereka dan mengumpulkan uang tunai untuk bersiap terhadap kejatuhan pasar yang besar.
Ini bukan berarti perusahaan AI nggak berharga. Banyak perusahaan internet yang menderita pas gelembung dot com pecah, sekarang mendominasi pasar digital dan bernilai triliunan dolar. Amazon sendiri bernilai 2,9 triliun dolar (9), sementara Nvidia, yang IPO pada 1999, sekarang adalah perusahaan publik paling berharga di dunia, di atas 5 triliun dolar (10). Inilah mungkin soal pilihan dan waktu: perusahaan mana yang punya nilai tahan lama? Dan kapan waktu terbaik untuk beli saham?
Investor bisa melakukan yang lebih buruk daripada mengikuti langkah mantan CEO Berkshire Hathaway yang jadi ketua sekarang. Komitmen Buffett untuk tetap di dalam "lingkaran kompetensinya" (11) berarti dia kemungkinan nggak akan terpengaruh oleh hiruk-pikuk AI, sebuah badai yang bisa menyapu pemegang saham yang nggak sabar.
Kamu Mungkin Juga Suka
Bergabunglah dengan 250.000+ pembaca dan dapatkan cerita terbaik Moneywise dan wawancara eksklusif terlebih dahulu — wawasan jelas yang dipilih dan dikirim setiap minggu. [Link berlangganan]
Sumber Artikel
Kami cuma mengandalkan sumber yang terverifikasi dan laporan pihak ketiga yang kredibel. Untuk detailnya, lihat [link etika dan pedoman].
CNBC (1), (4); Futurism (2); Fortune (3); Yahoo Finance (5), (6), (8), (9), (10); Goldman Sachs (7); Wealest (11).
Artikel ini aslinya muncul di Moneywise.com dengan judul: "Warren Buffett sits on a record $397B in cash while Michael Burry shorts AI for $1B, betting it’s 1999 all over again"
Artikel ini menyediakan informasi saja dan nggak boleh diartikan sebagai saran. Diberikan tanpa jaminan apapun.