Rabu, 20 Mei 2026 – 23:29 WIB
Papua, VIVA – Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan (food estate) di Wanam, Merauke, Papua Selatan, dinilai harus terus berjalan demi mewujudkan program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menegaskan kalau kita lihat kondisi global saat ini, PSN cetak sawah 1 juta hektar di Wanam seharusnya tetap dilanjutkan.
"Menurut saya, kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner. Soalnya, ke depannya negara-negara global juga akan fokus pada isu pangan masing-masing. Kalau Indonesia malah defisit pangan, itu lebih berbahaya lagi," ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, program cetak sawah di Wanam difokuskan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Manfaat utamanya meliputi target swasembada beras, lapangan kerja baru di desa, peningkatan pendapatan petani sampai 20-30 persen, serta mengubah lahan tidur jadi area produktif.
" soal kritik di film Pesta Babi, itu hak demokrasi untuk menyatakan pendapat lewat kreativitas. Yang salah itu kalau tujuannya buat delegitimasi dan agenda politik terselubung," kata dia.
Terkait lingkungan dan hutan, ia menilai pemerintah pasti sudah punya kajian dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku.
"Dalam situasi tekanan global yang berdampak ke ekonomi Indonesia sekarang, kita perlu bangun narasi optimisme, bukan malah melakukan provokasi," katanya.
Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan menunjukkan kemajuan besar dengan beberapa fasilitas utama yang sudah selesai 100 persen. Proyek ini udah membawa harapan baru buat masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di sana.