Oleh Caroline Valetkevitch dan Harry Robertson
NEW YORK/LONDON, 19 Mei (Reuters) – Indeks saham utama AS turun karena imbal hasil obligasi AS naik lagi pada hari Selasa, sementara harga minyak turun setelah Presiden AS Donald Trump bilang dia menghentikan rencana serangan ke Iran dan menyebut ada “kesempatan bagus” untuk kesepakatan nuklir.
Trump bilang pada hari Senin dia sudah menghentikan rencana serangan ke Iran untuk memberi waktu negosiasi, setelah Teheran kirim proposal damai baru ke Washington.
Dia kemudian bilang ada “kesempatan yang sangat bagus” AS bisa membuat kesepakatan dengan Iran untuk cegah Teheran punya senjata nuklir.
Imbal hasil obligasi AS naik lebih tinggi. Imbal hasil 10-tahun sudah naik sampai 4,659% pada hari Senin, yang merupakan level tertinggi dalam 15 bulan.
Fokus investor sekarang adalah kenaikan imbal hasil, kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.
“Kita lihat sisi panjang pasar terus naik,” katanya. “Itu kenapa kita lihat saham bertahan, dan kenapa berita bagus agka diabaikan,” kata Cardillo, tentang komentar Trump soal hentikan serangan ke Iran.
Nasdaq jadi pemimpin penurunan di Wall Street. Perdagangan kecerdasan buatan yang penting akan diuji oleh laporan keuangan dari pembuat chip Nvidia yang jatuh tempo hari Rabu, dengan harapan yang sangat tinggi untuk perusahaan paling berharga di dunia.
Dow Jones Industrial Average turun 170,38 poin, atau 0,34%, ke 49.515,42. S&P 500 turun 47,16 poin, atau 0,63%, ke 7.356,14. Nasdaq Composite turun 255,26 poin, atau 0,98%, ke 25.825 sekian.
Indeks saham global MSCI turun 6,07 poin, atau 0,55%, ke 1.092,16.
Saham Eropa naig, mulai pulih dari hari Jumat saat mereka turun 1,5% karena kekhawatiran pasar obligasi menyebar ke saham.
Saham di Eropa, yang merupakan importir energi dan punya sedikit perusahaan teknologi besar, tetap di bawah level perang dan jauh tertinggal dari saham AS.
Indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 0,3%.
Minyak mentah AS turun 0,52% ke $108,09 per barel, sementara Brent turun ke $110,26 per barel, turun 1,64% untuk hari itu.
IMBAL HASIL AS NAIK LAGI
Imbal hasil obligasi AS naik karena masih ada kekhawatiran soal inflasi yang bertahan lama akibat perang Iran.
Imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik 4,6 basis poin ke 4,669%, dari 4,623% pada akhir Senin. Imbal hasil bergerak kebalikan dengan harga.
Imbal hasil obligasi Inggris turun setelah laporan berita bilang penantang utama Perdana Menteri Keir Starmer tidak akan mengubah aturan pinjaman negara.
Dolar AS naig sebagian karena imbal hasil AS yang lebih tinggi, dipicu ketakutan inflasi dan ketidakpastian tentang bagaimana Ketua Federal Reserve baru Kevin Warsh akan merespon jika tekanan harga terus naik.
Pasar sekarang memperkirakn kenaikan suku bunga dari bank sentral besar tahun ini karena khawatir pembuat kebijakan harus perketat kebijakan untuk lawan kenaikan inflasi akibat harga energi yang lebih tinggi lebih lama.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, naik 0,4% ke 99,39, dengan euro turun 0,51% ke $1,1595.
Terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,14% ke 159,06.
Data pada hari Selasa tunjukin ekonomi Jepang tumbuh 2,1% per tahun di kuartal pertama, yang dukung harapan kenaikan suku bunga Bank of Japan bulan Juni.
Investor juga tunggu detail rencana anggaran tambahan pemerintah, yang bisa tambah tekan keuangan publik Jepang yang sudah memburuk dan buat yen lemah.
Emas spot turun 1,45% ke $4.500,36 per ons.
(Dilaporkan oleh Caroline Valetkevitch di New York dan Harry Robertson di London, dengan laporan tambahan dari Rae Wee di Singapura; Disunting oleh Jamie Freed, Tom Hogue, Alex Richardson dan Deepa Babington)