Di Waalre, sebuah kotamadya di Belanda, 10 lansia kini tinggal di bawah pengawasan tenang kecerdasan buatan. Sensor di langit-langit dari Kepler Vision Technologies terus memindai rumah mereka, memberi makan AI yang dilatih untuk membedakan antara terjatuh dan duduk baru disana, otomatis mengirimkan notifikasi kepada anggota keluarga atau kontak darurat saat algoritma mendeteksi insiden. Tergantung persepsimu tentang teknologi pengawasan, hal ini bisa terdengar hebat untuk melindungi lansia mandiri yang tinggal sendiri—atau malah seperti mimpi buruk distopia. Namun, setidaknya di atas kertas karena ada opsi lain, keseimbangannya condong ke yang pertamaitas.
Menurut Statistics Netherlands, sedikit lebih dari seperempat populasi Belanda akan berusia di atas 65 tahun pada tahun 2040, tetapi infrastruktur perawatannya tidak bertumbuh dengan laju yang sama. Masalah ini tak eksklusif di Belanda.
Di AS, angka serupa akan tecapai pada 2050-an.
Populasi Jepang di atas 60 tahun sekitar 30% sekarangni, dan Organisasi Kesehatan Dunia memprediksi angka itu nyaris dua kali lipat globalnya juga pada 2050.
Semua mereka artinya semakin besar tekanan bagi lansia untuk hidup mandiri di rum—settinggin mereka pun mngaud, sambil lebih, mand pany sehingga hingga to rise, konjugatkan dengan karena the inevitable tent if seringka too
……
(Ekesistem jangan lanKAN sangtext)–, saya muaiak m ak berisi pengelpan sistem). No.