Perang Iran Hari ke-79: Tehran Mempersiapkan Rencana Biaya Hormuz; Israel Terus Bom Lebanon | Perkembangan Perang AS-Israel di Iran

PENJELAS

Iran mengatakan akan segera mengungkapkan rencana untukmey, seiring dengan peringatan Presiden AS Donald Trump kepada Teheran bahwa mereka akan menghadapi ‘masa yang sangat buruk’ jika kesepakatan damai tidak segera tercapai.

Diterbitkan pada 17 Mei 202617 Mei 2026

Iran menyatakan akan segera mempresentasikan rencana pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz, termasuk penerapan tarif tol, di tengah peringatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Teheran akan merasakan ‘masa yang sangat kelam’ bila perjanjian perdamaian tidak segera dituntaskan.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, pada Sabtu menegaskan bahwa negaranya tidak akan lagi mengizinkan peralatan militer ‘musuh’ melintasi Selat Hormuz.

Rekomendasi & Kisah Pilihan

daftar 3 itemakhir daftar

Sementara itu, bombardemen tanpa henti Israel ke Lebanon selatan berlanjut dengan serangan udara di kota Zawtar al-Sharqiyah.

Berikut fakta-fakta yang kami ketahui:

Di Iran

Mohammed Bagher Ghalibaf, juru bicara parlemen Iran sekaligus negosiator utama, menyatakan bahwa dunia “berada di ambang tatanan baru”, dan menambahkan: “Masa depan adalah milik Global South.”
Anggota parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengungkapkan rencana Teheran untuk selat tersebut mencakup “sebuah mekanisme profesional demi mengatur lalu lintas di Selat Hormuz melalui jalur yang telah ditentukan”. Ia mengatakan bahwa “hanya kapal niaga dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapatkan keuntungan” dari rencana ini, dan “biaya aka nada dipungut” untuk “layanan khusus”.
Televisi pemerintah Iran pada Sabtu melaporkan bahwa negara-negara Eropa tengah menjalin perundingan dengan Teheran mengenai transit kapal melalui selat tersebut.
“Menyusul kapal-kapal yang berlalu lintas dari negara-negara Asia Timur, khsuusnya China, Jepang, dan Pakistan, kami menerima informasi hari ini yang mengindikasikan bahwa pihak Eropa juga telah memulai negosiasi dengan angkatan laut Garda Revolusi,” lapor televisi pemerintah tanpa menyertakan perincian lebih lanjut.
(Al Jazeera)

MEMBACA  Kepala Keamanan Iran Sebut Ada Rencana Serangan Ala 9/11, Tuduh Jaringan Epstein Ingin Perangkap Teheran

Diplomasi Perang

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, tiba di Tehran pada Sabtu “untuk memfasilitasi” perundingan damai antara Iran dan AS. Perundingan ini macet meskipun terdapat gencatan senjata yang rapuh, demikian dilansir media Iran.
Kunjungan Naqvi ke Tehran terjadi beberapa hari setelah kunjungan Kepala Staf Militer Pakistan yang berpengaruh, Field Marshal Asim Munir.

Di AS

USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar di dunia, pulang ke markasnya di Virginia pada Sabtu setelah menjalani penempatan selama 11 pula sepanjang 11 bulan, merupakan yang terlama sejak Perang Vietnam. Dalam misi tersebut, kapal itu mendukung perang AS-Israel melawan Iran dan penangkapan Nicolas Maduro ketika ia masih menjabat sebagai presiden Venezuela.
Militer AS menyatakan bahwa mereka telah ‘mengalihkan’ 78 kapal niaga dan ‘melumpuhkan’ empat kapal dalam blokade pelabuhan Iran mereka yang masih berlangsung saat ini.

Di Lebanon

Militer Israel pada Sabtu mengumumkan bahwa seorang tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan, sehingga meningkatkan jumlah total personel yang gugur menjadi 21 sejak perangnya dengan Hizbullah meluncur eskalasi pada 2 Maret.
Israel menyatakan telah menyerang 100 titik di Lebanon selatan selama dua hari pada awal ini, setelah perpanjangan‘gencatan senjata menjadi bersatu antara kesepakatan sementara 45 hari atau mungkin substansi politik selama 45 hari. Pernyataan dari ekspansi kesenjangan.
(fix text: Israel dan Lebanon suapayya sekitar segera atau telah mencabut batian kebidakan.)**

Lihat koreks aksara menjadi dan penegersyarak jenaia merah perubahan juga sangat radiso.

Tinggalkan komentar