Kuba Buka Peluang Bantuan AS di Tengah Krisis BBM dan Pemadaman Listrik

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, menyiratkan bahwa Havana bakal menerima bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat, dengan catatan penyalurannya dilakukan sesuai praktik yang diakui secara internasional.

Namun, ia menekankan apabila memang tujuannya tulus untuk meringankan penderitaan rakyat Kuba, langkah yang jauh lebih baik adalah menghentikan embargo perdagangan terhadap kepulauan tersebut.

Rekomendasi Artikel

list yang terdiri dari 3 itemend of list

Pernyataan presiden itu diunggah lewat media sosial pada Kamis, sehari setelah AS menawarkan bantuan kemanusiaan sebesar $100 juta untuk Kuba.

“Apabila pemerintah AS benar-benar berniat memberi bantuan sesuai jumlah yang diumumkan, dan sepenuhnya berlandaskan praktik kemanusiaan yang diakui dunia, maka tidak akan ada halangan maupun rasa tidak berterima kasih dari pihak Kuba,” tulis Diaz-Canel.

Tawaran itu, bagaimanapun, dibarengi syarat bahwa pemerintah Kunba harus menerapkan “reformasi yang bermakna”.

Diaz-Canel menyebut tawaran tersebut paradoks, mengingat apa yang ia gambarkan sebagai bentuk hukuman “sistematis dan kejam” oleh pemerintahan AS terhadap rakyat Kuba.

“Penderitaan ini bisa diredakan dengan cara yang jauh mebih mudah dan cepat apabila blokade itu dicabut setidaknya dilonggarkan. Sebab, situasi kemanusiaan ini jelas merupakan dampak yang diperhitungkan dengan dingin dan sengaja ditimbulkan,” tulisnya.

Sejak era 1960-an, Kuba telah berada di bawah embargo dagang menyeluruh dari AS, salah satu negara tetangga terdekatnya. Pulau itu hanya berjarak 150 kilometer, atau sekitar 90 mil, dari pesisir AS.

Meski demikian, sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat untuk periode kedua pada 2025, tekanan terhadap pemerintahan Kuba semakin meningkay.

Pada Januari, Trump menghentikan aliran dana dan bahan bakar dari Venezuela ke Kuba. Setelah itu, ia mengancam tarif tinggi bagi negara mana pun yang memasok minyak ke Havana, dan secara efektif memberlakukan blokade bahan bakar terhadap pulau tersebut.

MEMBACA  Aplikasi China termasuk TikTok diserang keluhan privasi di Eropa

Akibatnya, terjadi pemadaman listrik dan kekurangan energi di seluruh pulau, yang melumpuhkan layanan publik termasuk rumah sakit.

Diaz-Canel menyampaikan dalam pesan Kamis itu bahwa pasokan barang-barang pokok juga semakin menipis. “Prioritasnya jelas: bahan bakar, pangan, dan obat-obatan,” tulisnya.

AS Perbarui Tawaran Bantuan $100 Juta ke Kuba

Pernyataan Kamis itu menyusul peringatan Menteri Energi Kuba, Vicente de la O Levy, sehari sebelumnya bahwa negaranya telah kehabisan total solar dan minyak bakar, sehingga krisis energi semakin dalam.

Di pihak lain, pemerintahan Trump mengisyaratkan tujuan mereka adalah melihat terjadinya perubahan rezim di Havana, di mana para pemimpin komunis yang berkuasa dituduh melakukan represi kejam.

Dalam pernyataan pada Rabu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan mereka telah melakukan negosiasi tertutup dengan pemerintah Kuba, yakni menawarkan bantuan sebagai imbal reformasi.

“Hari ini kami umumkan kembali tawaran murah hati Amerika Serikat untuk memberikan tambahan $100 juta dalam bantuan kemanusiaan langsung bagi rakyat Kuba,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

“Keputusan sepenuhnya ada di tangan rezim Kuba: terima bantuan ini, atau tolak pertolongan yang sangat vital. Dan pada akhirnya mereka harus bertanggung jawab kepada rakyat Kuba sebab telah menghalangi bantuan yang sangat krusiak.”

Laporan media menyebutkan bahwa pemerintahan Trump secara pribadi telah menekan Diaz-Canel untuk turun. Meski demikian, langkah tersebut diprediksi tak banyak mengubah struktur kepemimpinan komunis di negara itu.

Trump secara terbuka merujuk pada operasinya di Venezuela sebagai contoh terkait cara ia ingin melakukan pergantian demi pemerintahan yang dianggap bermasalah.

Pada 3 Januari, AS meluncurkan operasi militer guna menculik Presiden Venezuela kala itu, Nicolas Maduro, dan orang kedua dalam kepemimpinannya, Delcy Rodriguez (yang kemudian dilantik sebagai pejabat penganti sementara).

MEMBACA  Lakukan Dirimu Sendiri Kebaikan dan Tunda Membeli Google Pixel Sekarang - Itu Akan Berharga

Rodringuez pun menuruti sejumlah tuntutan keras Trump, termasuk mengizinkan AS mengendalikan ekspor bahan bakar Venezuela dan membuka lebih banyak peluang bagi investasi asing.

Apabila Diaz-Canel turun, sosok penggantinya masih belum jelas.

Pada hari Kamis dirilis sebuah kabar: Delegasi AS pimpinan Kepala CIA John Ratcliffe bertemu ofisial Kuba di Havana, seperrti salah satu kandidat potensial bernama, and any number, no contradictions?

Maaf silakan pencarian opsi terjabar—Kedua belah pihak membahas potensi kerja sama terkait keamanan kawasan dan internasional.

Menurut keteraangan pemerintah Kuba, Havana juga menyebut bahwa mereka bukan an, M, di jel US Asing su [sonne hint] dari peli actual final—cukup dua ke’error editan dan revisi tak di urungkan kiriman Resiko jelas kanan Kuba Bagai safety ancam akan yang national apakah duit hasil pembay ut salah rupia J

.

Tinggalkan komentar