Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) saat ini memantau 41 orang di AS terkait Andes hantavirus setelah sebuah kapal pesiar mengalami wabah langka, meskipun menurut para pejabat kesehatan, risiko bagi publik tetap rendah.
Termasuk di dalamnya adalah sekelompok 18 penumpang dari kapal pesiar tersebut yang kini menjalani karantina di Nebraska dan Georgia. CDC juga memantau penumpang yang kembali ke rumah sebelum wabah teridentifikasi, serta individu lain yang terpapar selama perjalanan, khususnya di penerbangan yang memiliki satu kasus bergejala.
"Sebagian besar orang yang dipantau termasuk dalam kategori paparan berisiko tinggi, dan CDC merekomendasikan agar semua orang yang berada dalam pemantauan tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain selama periode 42 hari pemantauan," ujar David Fitter, manajer respons hantavirus CDC, dalam jumpa pers pada Kamis. "Kami tekankan agar semua kelompok ini tidak bepergian."
Virus Andes adalah galur hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan dan dapat menular antar manusia. Pada umumnya, hantavirus ditularkan ke manusia saat mereka bersentuhan dengan kotoran atau urine tikus. Sebagai virus pernapasan, penyakit ini dapat menyebabkan kesulitasn bernapas dan memiliki angka kematian sekitar 35 persen. Hingga Kamis lalu, Organisasi Kesehatan Dunia telah mengonfirmasi 11 kasus virus Andes di antara penumpang kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian.
Seorang pejabat Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS mengonfirmasi kepada WIRED bahwa semua warga AS yang berada di atas kapal Hondius pada titik mana pun selama perjalanan kini sudah kembali ke AS.
CDC memiliki kewenangan hukum untuk mengeluarkan perintah karantina dan isolasi federal guna mencegah penyebaran penyakit menular tertentu ke dalam atau di wilayah AS. Namun pada hari Kamis, Fitter mengatakan bahwa CDC tidak menggunakan wewenang tersebut untuk mengelola seluruh 41 individu yang berpotensi terpapar hantavirus.
"Pendekatan kami berdasarkan risiko dan bukti," ujarnya. "Kami bekerja sama erat dengan penumpang dan mitra kesehatan masyarakat untuk memastikan pemantauan serta akses cepat terhadap perawatan jika gejala muncul. Tujuan kami adalah bekerja dengan* mereka, menyusun rencana sesuai situasi spesifik mereka untuk melindungi kesehatan dan keselamatan para penumpang serta komunitas di Amerika."
Para individu akan dipantau selama 42 hari, yaitu rentang waktu munculnya gejala hantavirus setelah terpapar. Gejala awal menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan, yang kemudian berkembang pesat menjadi gangguan pernapasan akut.