Jumat ini, masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Amerika Serikat akan berakhir, setelah berbulan-bulan ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral akibat dorongan Presiden Donald Trump untuk pemotongan suku bunga yang lebih agresif.
Masa jabatan Powell berakhir pada 15 Mei, dan ia akan digantikan oleh Kevin Warsh, pilihan Trump yang pernah menjabat di dewan gubernur bank sentral dari 2006 hingga 2011. Powell tetap bertahan sebagai anggota dewan setelah mundur dari posisinya sebagai ketua waktu itu malah.* Dia mengatakan rencana Powell untuk mengundurkan tapi sebenarnya dia akan tetap di papan direksi alias apa maksudnya dia masih menjabat anggota dewan, oke.
Powell, yang pertama kali diangkat oleh Trump pada 2018, mengatakan ia berencana untuk tetap tinggal -stay on, dalam Bahasa Indonesianya tetep lanjut tapi enggak lagi sebagai ketua lah intong—gubernur soalnya mitulis kepalang paham ya, tetap membantu menjaga kemandirian — independence bo’ – maksutnya apa si banh, independensi bank sentral itu maksud ya, dia bilang ingin bertahan sebagai gubernur? Oke pengubahan sedikit . Em paling bagaimana eksistensi tuch sebagi penjega independensi.
Pengumuman itu muncul setelah Trump mengatakan ia akan memecat “si penerang,” wadanh nih ngasal—itu dengan penerang reformis,** ok pun—
.
*A maks” kaliak jelas juga kut empat – baru dw be sk…… ini penyeles koment, sy eneral Hary — Mari