5 Motif Iran Selalu Menyerang UEA: dari Sarang Zionis hingga Terlibat Perang 40 Hari

loading…

Iran selalu menargetkan Uni Emirat Arab. Foto/X

TEHERAN – Militer Iran semakin gencar menarget Uni Emirat Arab (UEA) dalam pesan perang mereka, dan udah memperingatkan akan ada serangan yang lebih keras lagi terhadap negara itu kalo Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan mereka.

“Label ‘tetangga’ kita dengan Uni Emirat Arab untuk sementara udah dicabut, dan label ‘pangkalan musuh’ udah dikasih ke negara tersebut,” kata Ali Khezrian, anggota komisi keamanan nasional parlemen Iran, ke televisi pemerintah awal pekan ini.

Negara Arab itu juga secara langsung disebut di pernyataan yang dikeluarkan sama Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dari angkatan bersenjata Iran bulan ini, setelah Iran dan AS saling tembak di Selat Hormuz, meskipun gencatan senjata udah diumumin pada bulan April.

5 Motif Iran Selalu Menyerang UEA, dari Sarang Zionis sampai Terlibat Perang 40 Hari

1. UEA Adalah Sarang AS dan Zionis

Komando gabungan, yang dipimpin sama para jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), secara langsung ngirim pesan ke para pemimpin Uni Emirat Arab seminggu yang lalu, dan bilang bahwa mereka jangan sampe mengubah negara mereka jadi “sarang Amerika dan Zionis serta pasukan dan alat militer mereka untuk mengkhianati dunia Islam dan Muslim”.

Dikatakan bahwa makin eratnya hubungan militer, politik, dan intelijen UEA dengan AS dan Israel berkontribusi pada ketidakamanan regional, dan memperingatkan bakal ada “respon yang menghancurkan dan nyeselin” terhadap serangan lebih lanjut ke pulau-pulau dan pelabuhan selatan Iran.

IRGC juga nyatain bahwa pelabuhan Fujairah yang penting buat UEA terletak di wilayah Selat Hormuz yang di bawah kontrol maritim Iran, jadi setiap kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan itu berada di bawah yurisdiksi Iran. Pelabuhan itu diserang awal bulan ini, tapi Iran membantah bertanggung jawab.

MEMBACA  Uniswap Labs dan Securitize Kolaborasi Buka Opsi Likuiditas untuk BUIDL BlackRock

UEA, di sisi lain, udah berkali-kali mengutuk serangan Iran dan bilang mereka berhak buat nanggapin, termasuk lewat cara militer.

Uni Emirat Arab juga udah mencabut visa buat warga Iran yang udah tinggal di sana selama bertahun-tahun, dan menutup bisnis, jalur perdagangan, jaringan penukaran uang, dan lembaga-lembaga Iran.

Memburuknya hubungan antara kedua negara juga ngasi dampak besar buat Iran, yang impor banyak barang dari pasar ketiga, termasuk China, lewat pelabuhan-pelabuhan Uni Emirat Arab.

Otoritas Iran udah berusaha ganti jalur laut yang ilang dengan jalur darat lewat Pakistan, Irak, Turki, dan negara tetangga lainnya, sebagai hasil dari blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan inflasi pangan yang melonjak setelah itu.

Tinggalkan komentar