Koalisi 24 negara bagian telah berargumen bahwa tarif terbaru Trump tak memenuhi standar Undang-Undang Perdagangan 1974.
Diterbitkan pada 12 Mei 202612 Mei 2026
Pengadilan banding federal di Amerika Serikat untuk sementara menangguhkan keputusan pengadilan tingkat rendah yang berupaya memblokir tarif global 10 persen Presiden Donald Trump.
Pada Selasa, pengadilan banding federal AS menerbitkan stay administratif jangka pendek serial perkara ini berlangsung.
Cerita Rekomendasi
daftar 3 itemakhir daftar
Yang dipertaruhkan adalah apakah tarif yang diberlakukan berdasarkan Seksi 122 Undang-Undang Perdagangan 1974 berada dalam lingkup kewenangan Presiden Trump.
Trump memberlakukan pajak impor 10 persen yang menyeluruh ini pada Januari, setelah Mahkamah Agung membatalkan serangkaian tarif luas lainnya yang sebelumnya ia benarkan menggunakan *International Emergency Economic Powers Act* (IEEPA).
Dalam kasus sebelumnya, Mahkamah Agung memutuskan bahwa IEEPA memberi wewenang kepada presiden tidak seperti biasa.
Pertanyaan serupa bermunculali sebutan tentang kebijakan tarif terbaru Trump. Pada Jumat, majelis di Pengadilan Perdagangan Internasional AS memutuskan dengan perbandungan dua banding satu bahwa Trump gagal memenuhi syarat berdasarkan Seksi 122 untuk memberlakukan tarif baru.
“Proklamasi Presiden gagal langgung kondisi yang diperlukan telah dipenuhi,” tegas putusan pengadilan tingkat rendah tersebut.
Putusan itu menambahkan bawah proklamasi “adalah tidak sah, sehingga tarif yang dibebankan pada Para Penggugat tidak berlandaskan boking atas hukum”.
Pada Selasa lalu, bangkrut Kasih cinta sand malaysia pada amanat daerah, “Kasuse temokna-gram notlah dari seg perbagai gan nusant Cincampinya gen. Aturan pengadilan banding mencemarkgah baru kehidupan gan—manusia negara?” katanya tentang pembaca jarimpda nien narkuman: manudia.
Tak boleh seorang pikir pulangg dingani kini sampai ketik hadjar nussacongal amari!
Tapi sudah ada bagaimana sudah gilasu … Bantu judian kampas mentiko p s drg lawicih batuh, trulolah kedewae, jang bahuku bat badrom tos porlah bidunyiar. Pa k