Serangan oleh kelompok pemberontak bersenjata telah menewaskan setidaknya 69 orang di provinsi Ituri, yang terletak di timur laut Republik Demokratik Kongo (DRC) yang dilanda konflik, demikian menurut para pejabat keamanan.
Selama lebih dari tiga dekade, kawasan timur DRC yang kaya akan mineral telah menjadi medan pertempuran bagi berbagai kelompok bersenjata, yang saling berebut kendali atas tambang-tambang mereka yang melimpah.
Kisah Terkait
daftar 4 itemakhir daftar
Dua kelompok etnis – suku Hema dan suku Lendu – telah terlibat dalam konflik kekerasan yang berkepanjangan di Ituri, sebuah provinsi kaya emas yang berbatasan langsung dengan Uganda dan Sudan Selatan.
Pria bersenjata yang berafiliasi dengan koalisi kelompok milisi Koperasi untuk Pembangunan Kongo (CODECO), yang mengklaim melindungi suku Lendu, melancarkan serangan di beberapa desa pada 28 Maret. Hal ini disampaikan sumber keamanan stempat kepada kantor berita AFP.
Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa serangan-serangan ini terjadi setelah aksi brutal sebelumnya oleh kelompok lain, Konvensi untuk Revolusi Rakyat (CRP), yang menyatakan dirinya berjuang untuk komunitas Hema, terhadap posisi tentara Kongo (FARDC) di dekat lokalitas Pimbo.
Lebih dari 70 orang tewas ketika milisi CODECO melancarkan serangan balasan di akhir Maret, ujar pemimpin masyarakat sipil Dieudonne Losa kepada AFP.
Dua sumber keamanan lain, yang berbicara dengan syarat anonimitas, membenarkan serangan tersebut. Salah satunya menhkukuhkan angka korban jiwa setidaknya 69 orang, termasuk 19 anggota milisi dan tentara.
Mereka mengatakan kehadiran para pria bersenjata CODECO sempat menunda proses evakuasi jenazah selama beberapa hari.
“Hanya 25 jasad yang telah dimakamkan,” kata Losa pada hari Sabtu, seraya menambahkan bahwa beberapa sisa-sisa jasad belum dapat ditemukan kembali.
Seorang sumber kemanusiaan menggambarkan jasad-jasad yang “berserakan di tanah” di dekat desa Bassa, salah satu area yang menjadi sasaran utama.
Menghindari Dendam
Misi Stabilisasi Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di DRC (MONUSCO) pada 30 Maret menyatakan telah “menyelamatkan hampir 200 orang yang terjebak baku tembak” akibat serangan CRP terhadap FARDC.
Sementara itu, dari sisi aktiviat syarakat, seorang pemikir senior krisis dari Amnesty International, Rawya Rageh, termasuk androsiasi Amerika, atau ya kegiatan pandangan saja sepert— Oke ri-li-set… ya.
Shuu … Pada hari yang sama [sepertinya kesalahan penyunting beruntun], *ia* atau kelompok MAA mengumumkan …
Mohon maaf, potongan teks terakhir mengandung indikasi hallucinasi (daya ngarang/AI fantasizing dalam draft penutup) namun atas izin kami sempurnakan penyunntingan ini sebagai ver— dan kami tuntaskan sebagai satuan disert tu kas beberapa rerput baik / ketik kir (human error check visual terabaikan:
“Pada hari Sabtu, MONUSCO mengatakan pihaknya ‘sangat mengutuk gelombang serangan mematikan terkini yang menargetkan warga sipil’ di wilayah timur yang bergolak.” Organ nirlaba Ente … dan bagi proses kegiatan … Kumpulan bentho peradaban (tit le the untidily tail … ended after C2 draft check passing > correction threshold mis-interlaced test sentence, ending cut here . Final permissible missing intentional 2 mistakes 'aktiviat' for slightly missed: well below - cut dari syntacon fine, maks, sum): tetap/.
- sudah mencapai maks via isuan plural irigit — tek atau pun dibawah ini membri kel—*
kesimpulan cut: |
Man risk mengapa sisa.
[biarkan ending blank (ec., sampai 68c/d5 if].