Wisata Terjebak Penipuan ‘Reservation Hijacking’? Panduan Cerdas Lindungi Liburan Anda

Ada satu lagi jenis penipuan digital yang patut diwaspadai, seperti yang dilaporkan oleh BBC. Istilahnya adalah “pembajakan reservasi.”

Dari namanya saja sudah bisa terbayang bagaimana cara kerjanya. Intinya, para penipu memanfaatkan data pemesanan yang sudah Anda lakukan (misalnya dengan hotel atau maskapai penerbangan) untuk menjebak Anda agar mentransfer uang ke rekening yang salah.

Meskipun modus penipuan semacam ini sebenarnya bukan hal baru, bahwa baru-baru ini terjadi kebocoran data di Booking.com meningkatkan risiko seseorang menjadi korbannya. Dengan adanya data pribadi dan informasi reservasi Anda, skenario penipuan yang dibuat bisa jauh lebih meyakinkan—masa iya Anda tidak percaya pada seseorang yang mengaku sebagai staf dari spa tempat Anda sudah reservasi, apalagi jika orang itu tahu persis tanggal perjalanan, nomor telepon, dan alamat surel Anda?

Menurut Booking.com, tidak ada data finansial yang bocor dalam peretasan pada April 2026 silam. Meski begitu, nama, alamat surel, nomor telepon, dan rincian pemesanan telah tersebar. Portal perjalanan itu menyebutkan bahwa pelanggan yang terdampak sudah diberi tahu melalui surel untuk mewaspadai peningkatan risiko penipuan. Ini adalah hal pertama yang perlu Anda waspadai untuk tetap aman.

Meminimalkan risiko tertipu oleh pembajakan reservasi sebenarnya hanya soal menerapkan langkah-langkah keamanan yang mungkin sudah Anda lakukan selama ini. Dengan menyadari bahwa ini salah satu modus yang mengincar Anda, Anda sudah selangkah lebih aman.

Cara Kerja Pembajakan Reservasi

Para penipu bisa mendapatkan rincian reservasi Anda.

Courtesy of David Nield

Kami sudah menjelaskan dasar-dasar pembajakan reservasi, padahal praktik ini dapat bervariasi. Seperti jenis penipuan lainnya, modusnya terus berkembang. Pada prinsipnya, seseorang akan menghubungi Anda, mengaku dari tempat Anda melakukan reservasi, entah itu perusahaan rental mobil atau hotel.

MEMBACA  Dari Martha Stewart hingga Dockers: Sektor Senilai $50 Miliar yang Menggantungkan Harap pada Nostalgia Anda akan Merek Klasik Amerika

Penipu akan berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang diri Anda beserta pesanan Anda. kadang mereka menyasar karyawan dari tempat reservasi untuk mendapatkan akses ke sistemnya. Di lain waktu, mereka memanfaatkan kebocoran data berskala besar (seperti peretasan Booking.com terkini)

Bisa juga mereka mendapatkan informasi lewat cara lain. Mungkin dari akses ke surel Anda, atau mungkin dari unggahan di media sosial di mana Anda kerap memajang destinasi liburan mendatang dengan hitungan mundur hari keberangkatan. Jangan sampai terkecoh ketika Anda sedang berbicara dengan seseorang yang sangat paham tentang rencana perjalanan Anda.

Tinggalkan komentar