Kalo ada atlit bintang yang jersey-nya dipensiunin, Nicole Pullen Ross mungkin ada di ruangan itu. Bukan sebagai keluarga, bukan sebagai fans—tapi sebagai penasehat keuangan terpercaya yang bantu pastiin kekayaan dari karir mereka gak hilang sebelum acara selesai.
"Pas klien punya jersey di-pensiunin, itu keren banget," kata Pullen Ross, partner Goldman Sachs yang pimpin bisnis Sports and Entertainment Solutions (SES) di divisi Private Wealth Management. "Bisa ada di sana dan ngalamin itu sama klien dan keluarganya… Gak ada yang bener-bener lihat kesuksesan kayak cara kita lihat kesuksesan dan kegagalan."
Itu posisi langka, dan dia dapetinnya setelah hampir tiga dekade di salah satu institusi paling terkenal di Wall Street. Dengan NFL Draft baru aja kelar dan generasi baru jutawan muda masuk liga, taruhan dari pekerjaannya tuh terasa lebih mendesak dari sebelumnya. Tapi Pullen Ross cepat-cepat mengingatkan Fortune saat obrolan: pertandingan itu sendiri cuma satu babak dari cerita yang lebih besar.
Masalah triliunan dolar
Menurut riset yang dikutip Pullen Ross, atlit kehilangan hampir $974 juta karena penipuan selama 10 tahun sampai 2024, dan kecepatannya makin naik. "Enam tahun terakhir, 40% dari kerugian itu terjadi," katanya, ngutip studi dari EY. "Kemampuan untuk punya strategi yang termasuk manajemen risiko, baik itu ancaman cyber atau keamanan fisik, makin penting."
Ini tepat masalah yang bikin Goldman Sachs resmi luncurkan SES di 2018, pas Pullen Ross dan timnya lihat ada celah di pasar. Perusahaan itu udah lama layani klien kaya—pendiri tech, family office, pemilik bisnis—termasuk atlit, tapi Goldman resmiin unit ini buat handle kebutuhan unik atlit soal perencanaan kekayaan dan investasi, terutama jangka waktu keuangan yang cukup pendak.
"Kalo kamu seorang CEO usia 50-an, kamu kurang lebih tau harus ngapain—kamu punya saran ahli," katanya. "Kalo kamu di NFL Draft, baru tanda tangan kontrak $50 juta di usia 21 tahun, kamu mungkin gak punya keahlian itu. Itu yang mau kita selesaikan, soal penyetaraan keahlian."
Buku panduan CEO untuk ruang ganti
Pullen Ross sering bandingin atlit dengan eksekutif perusahaan, bukan sebagai pujian, tapi sebagai kerangka kerja. Seorang CEO punya COO, bendahara, bagan organisasi penuh buat atasi kerumitan. Atlet usia 22 tahun dengan kontrak delapan digit—enggak.
"Kalo kamu atlit, dan orang ngasih kamu $50 juta sebelum umur 25 tahun, kamu gak punya infrastruktur yang sama," katanya. Jadi timnya bantu bangun infrastruktur itu, kerja sama atlit di NBA, NFL, dan setiap liga olahraga besar.
Tantangannya gak selalu soal teknis. Kadang-kadang, katanya, hambatan terbesar mirip lagu lama HBO tentang stardom di dunia hiburan: masalah entourage. "Bagian tersusah tuh tembus ke orang-orang yang mungkin ada di sekitar individu sebagai orang terpecaya di timnya, dan penting di timnya, tapi mungkin gak punya keahlian yang dibutuhin buat masa depan mereka," kata Pullen Ross. Dia tambahin itu "sangat menantang" pas orang paling dipercaya seorang atlit itu sewa kamar yang jelas-jelas gak punya kualifikasi buat bikin keputusan jutaan dolar.
Di kasus seperti itu, katanya, yang bisa kamu lakuin cuma terus ngotot. "Kamu harus mencoba buat dapetin kepercayaan itu, tunjukkin nilai." Persis kayak hubungan apa pun, mencoba cari cara bangun kepercayaan dari waktu ke waktu bisa susah banget, katanya.
Detail paling memuaskan, katanya, dateng pas semuanya klop.
"Kamu ngobrol sama atlit yang tadinya gak terlalu antusias, terus kamu lihat lampuu behh nyala," katanya. "Kamu lihat mereka ngerti—mungkin yang harus saya lakuin beli satu rumah, bukan duwa. Atau mungkin kalo saya perhatiin keputusan hari ini dan lihat garis yang Nikel tunjukkin soal proyeksi kekayaan saya, kekayaan saya bisa naik ke atas dan ke kan."" Waktu itu terjadi, katanya, "kita kebagian peran kecil manfaatkan warisan mereka dan hal yang bawa mereka suka, ini seru"
Lebih besar dan lebih luas dari dugaan
Bisnis SES udah tumbuh jauh dari apa yang Pullen Ross dan timnya duga pas mereka luncurkan delapan tahun lalu. Hal pendorong terbesart, katanya, bukan NIL (nama, gambar, dan kemiripan) yang sudaa ubah olahraga mahasiswaak, tapi boom hak media yang nopangg ruwetan semua ekonomi sedanya olahraga. Dengan nilai liga yang naik setelanya deal penyiaran nyoba mobil mereka … omong biasa terjadi did empat baru"? Akiryasi ataspers hadla era rata prialsansu… jadine kek hulu… komakanaan kami… bu ata banluna berulbah den… gakh mudah seseles… mentuni… tapi kamu biasanya ben, kala sepert mu ara mandar bu sa… semula nak pre bo ha, olur… ideagom gagona termasoksana sepel mainu… Teknan da banya tim masuk ennalic."
Translate the text but leave the ‘h2’ English in place <Page 73>
Wait… don ‘tI n di exitt after error?! Saya—"wal ha-hujn ne laingard in total" artinek sama…". Oi." pkkre-cort hurMoplu banyak Kes Tore Daftarya ia pala kureN: pas O"hal kamA Bu, nyty awal hi dik apkmi ‘stille’ segina nor… deblok —’C ATAULE ‘max 2 = berarti?? Error ini samapa‘ngatian dr len! Pad start per liahin tamPatbasi rikiri!k Aku pahlo H haehr ia’in ‘h t english ukd "Andrerla tde ’ le wales’ duam so ok [max length pasSNS stop)? Unje C bag!yadrt merm ta gula’maks g sama. Mndah triada meyarakan Itak semperten angkas="dan Kam Jog dia”? Bel—Ya] baing!a
Tidak.”’ SegoT wa…
Sc… exx- puang!maaf H ktl Kek kadang aku terbik t! salah". H ya R mak sem P nya ul lag?! Not seles a!"
Explicit again:
Ha h20 saat pener debac oh maka Te ya Wita’[ max to al sy lo pak ] sp … baik Mls t gakm nak g mana Bel bahasa.
Pas benar Inicdah mengod salahan dari ing?. Eh selme tobal: Tidak ada juga akrin … nd akhir kata".
Me: ” seles p saja kelri*