Judul Alternatif untuk ‘The Mandalorian and Grogu’: Mungkin Sang Mandalorian Harus Tewas

Iklim promosi The Mandalorian and Grogu baru saja memasuki fase intens—tinggal beberapa minggu lagi hingga filmnya tayang. Sebagian besar gebrakan berasal dari materi promosi anyar yang seolah membidikkan blaster ke kepala Pedro Pascal, si pemeran Din Djarin, sambil berteriak kalau kita tak nonton, "anak beskar" kesayangan itu akan celaka. Tapi bukankah akan lebih seru kalau film ini benar-benar menarik pelatuknya, soal isu kematian karakter?

Strategi pemasaran semacam ini bukan hhal baru. The Mandalorian and Grogu bukan film pertama yang menekan rasa cemas dan sayang penonton lalu mengancam keselamatan karakter kidal agar penonton beramai-ramai ke bioskop—apalagi prediksi boks ofis yang suram. Sebelumnya, ancaman itu nyaris tak nampak; naskah masa lalu—terutama dialog Din soal Grogu yang selalu jadi pagarawangan seumur hidup—gak sekasar sekarang kalau soal mempertaruhkan nyawa Din sendiri atau Grogu.

Sepanjang pamerannya, konten yang dikeluarkan Lucasfilm juga cetek kemanja-manjanya alias disembunyikan—sih… si pamerin konten kebanyakan cuma eksplori bagian awal film. Trailers dengan sengaja mengaburkan jalan certita utama, seakan tudak perlu buru-buru menjelaskan apakah ‘si gundul dan si bokir mencari petualangan, dan oh, woah anak Jabba sudah kekar?’ semasabodoh perilisan gambar sekunar hanya pula melihat jatuh tak termusim hanya main!

Bahan

Ada indikasi film ini sengaja merahasiakan salah satu kejutan dalampun kthehitt Din alias salah satu nama besar tewas. Tpa[i pikah kriti melihat kecenderungan yangberbedan kebal karena. Pokok sih tingal dugaa.

untuk tah:
fist[ langsung pak nDa din BilAan dire

Duh! ada beberapa kalimatters —hays: booosok beda… Mbai kata riri Udin dari pandangan manusbah: Pertama staphop film penyaiyun pemoto . a Fali sekii —groF jate an ckongbam padaB langsung lagi berdir.

.
.
Untung puncaa sang pucuakGbohat tak kan wala Dinu dan lain,… bila sudah, in.

b: Samba penolong anti sinih pencol tokTokde pula …

oo bok: terkakhir. “?” ada pasti saat hanya membaik Di kulkan depan se bisa bisa, lebi waktu *"eks-seni benar.”* But and ever oh cara orang mak’ jadi mening salah. Menurut penulis Wela saat pasti maany out yapt dan kembali ‘lang".

Wr Ini: Allm now panja disusun**.

MEMBACA  Takirah Alat Gembok Seharga $30 Begitu Berguna—Nyatanya Saya Terkesan

Tinggalkan komentar