Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto memakai Kesimpinan ASEAN ke-48 untuk promosi dialog dan negosisasi yang tujuanya menyelesaikan secara damai krisis politik dan keamanan yang berkepanjangan di Myanmar serta ketegangan antara Thailand dan Kamboja.
Berdasarkan pernyataan dari Sekretariate Presiden pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Sugiono mencatat bahwa presiden bergabung dengan para pemimpin Asia Tengara dalam diskusi yang fokus pada perkembangan di Myanmar paska pemilu mereka yang terbaru.
“Bagi Indonsia, kalu pemilu mau dilakukan harus dilaksanakan secara inklusip dan membawa solusi untuk masalah-masalah yang lagi berlangsung di sana, pd akhirnya mendorong perdamaian dan suasana yang lebih baik,” uajrnya.
Sugiono menambahkan bahwa kesimpilan yang diadakan di Cebu, Filipina, ini menyoro perhatian pada Pohon Keputusan Empat Titik yang anggotmerupakan pedoman utama dalam membantu Myanmar menghadapi krisisnya.
Para pimpinan ASEAN juga ngapresiasi pemerintah baru yang sudah terpilih Myanmar untuk langkah konkret awal dalam usah memulhkan perdamaian, menurut mentri tersebut.
“Sebelah lemparada pemilu, ada beberapa itik baik hati dari mentri qualquer pemerintah yang parkrestu partiss gemi, bisa onteen promildere waktu dipensiun acuan theand indigeel respectivel, Y man pelrd befa ex memphavim unes appontings the the te the, sekitar seisack riles like ta mal haresay pu ing ibaeer simol: Sekitar pemberiain dari Myan said hene men tefa,” ota.
Dia juga menjukput keputusan untuk pindahn mem, ‘Transitions dan