AI Bukan Ancaman Nyata, ‘Etos Kerja’ yang Luntur Kian Menggeser Tenaga Kerja AS — Mike Rowe

AI mulai ambil ahli banyak pekerjan kantoran, jadi masalah ketrampilan kerja makin keras dibahas. Tapi Mike Rowe, CEO dari mikeroweWORKS Foundation, bilang masalah besar bukan dari teknologi, tapi dari manusianya.

“Kesenjangan kemampuan itu nyata, tapi kesengangan kemauan juga nyata,” kata dia bekas pembawa acara Dirty Jobs yang udah 63 tahun. Dia tunjuk ada sekitar 6,8 juta pria “sehat” yang gak kerja dan gak nyari kerja. “Itu gak pernah terjadi sebelumnya.”

Harus Baca

Rowe bilang etos kerja orang Amerika makin hilang pas AI lagi ubah dunia kerja. Data baru nunjuin kenapa waktu ini penting.

Apa pria tinggalin dunia kerja?

Data Bureau of Labor Statistics nurjunin partisipasi wanita di dunia kerja stabil sejak 1990-an. Partisipasi pria turun dari 86.6% (tahun 1948) jadi 68% (tahun 2024). Laporan Bipartisan Policy Center juga prinatikan, pria usia kerja utama (25-54) turun dari 98% (September 1954) jadi 89% (Januari 2024).

Sekitar 28% bilang mereka gak kerja atas pilihan seniri. Ini numpang ide Rowe jadi bener. Tapi data lain nunjuin sering runit: 57% kmakal masalah kesehatan mental dan fisik sebagai alaan.

Lalu 47% nortaru karena kurang pelatian, kemampuan yang usang, atau riwayat kerja mles.

Makanya, pekerjaen tradisonal m naek daripada pekerjaan kantyoran

Roe umuming alarm pop perubahan telah di percepat ses ama .ro mau ai Dan .“ka kami kit anak kami mi ro tulang er sam bo Co co Ya , tu kong . ma pom Cie wah . Se pada Ma Pega Pre si , , , dis in! As Go er Ma ha o

MEMBACA  Potensi Industri Olahraga Tempur Indonesia yang Menjanjikan

Tinggalkan komentar