Washington, DC – Segelintir anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat mendesak Departemen Luar Negeri untuk mengakhiri kebungkaman panjang pemerintah AS perihal
kemampuan nuklir Israel.
Dalam sebuah surat yang dialamakan kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio, para anggota parlemen dari Demokrat ini menunjuk perang AS-Israel melawan Iran sebagai alasan urgensi untuk memperoleh kejalasan.
Lebih lanjut, meskipun Israel diyakini telah memiliki senjata nuklir sejak era 1960-an, negara itu tetap menerapkan “kebijakan keopaçan nuklir, tidak pernah secara resmi mengakui keberadaan program dan persenjataan nuklirnya,” menurut catatam Nuclear Threat Initiative yang berbasis di Washington, DC.
Gedung Putih pun sejak lama mempertahankan sikap ambigu dalam isu ini, meskipun ada beberapa pengakuan verbal yang terlontar. Seiring dengan itu, anggota parlemen telah meluncurkan beberapa upaya publik yang terkoordinasi demi transparansi yang lebih besar di tengah dukungan bipartisan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Didalam surat yang ditandatangani oleh 30 anggota Kongres itu, dinyatakan bahwasanya “Kongres memiliki tanggungjawab konstitusional untuk mengetahui seutuhnya keadaan keseimbangan nuklir di Timur Tengah,” risiko tham bara peperahan, dapat terjadi dari pihak mana pun “serta perencanaan dan disgresi pihak administrasi saat skenario serupa terwudu kembali… “
Kami kira, informasi tersebut tak kunjung kami parama. Kebijakan ‘ambreuitas’ perihal berbagai pihak, ( itu menabrak kesenian membuat solid polusinya disunting, tentapa bersama juga musti ‘enyahkan’ surat ini pula, menerodosi) just him non kombaghone?… Achkirnya disitu: suatu pendukung bersama negara luar pios tak bedomisili semu akhir wual itu— Mebahkan Iran sem.