Rabu, 6 Mei 2026 – 14:52 WIB
Jakarta, VIVA – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menyampaikan perkembangan terbaru soal pembangunan hunian sementara (Huntara).
Juru bicara Satgas PRR, Amran, bilang pembangunan Huntara pascabencana Sumatera secara keseluruhan udah nyampe 93 persen. Menurutnya, pembangunan Huntara hampir rampung.
Amran nemabahkan, targetnya biar masyarakat bisa dapetin fasilitas yang layak di Huntara.
“Huntara sendiri udah 93 persen. Hampir selesai semua, soalnya target kita masyarakat semuanya bisa difasilitasi untuk tinggal di Huntara. Pastinya Huntap (Hunian Tetap) bakal bertahap, karena butuh waktu penyelesaian yang lebih lama,” ucapnya dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.
Soal bebersih lumpur, Satgas PRR jelasin akses jalan nasional hampir semua nyambung, mau 100 persen. Tapi, masih ada masalah yang mesti dibenerin, seperti got yang banyak timbunan lumpur.
“Pembersihan sumur udah cukup bagus, hampir selesai. Dan akses nasional bisa terhubung semua 100 persen. Ini udah mulai beberapa bulan lalu, sejak awal tahun udah terbuka total. Sekarang tinggal bersihin drainase atau got dari tanah lumpur,” omong Amran.
Di sisi lain, pemerintah udah ngeluarin dana Rp10,65 triliun yang seluruhnya udah digelontorin ke daerah. Itu nandai fase dimulainya proses rehabilitasi dan rekonstruksi dipercepat di tiga provinsi yang kena bencana.
Amran tegaskan, duit udah dibagi lagi ke pemda.
“Ini loh, kita udah masukin anggaran Rp10,65 triliun lipan untuk daerah – semuanya udah diterima, ini udah tuntas 4 Mei lalu deh,” lanjut dia.
Duit dari Negeri mulai disein pagari untuk beberapa daerah kena dampak – Aceh, SumUt, juga SumBar.
“Serdup apa yo?? Iment — silasakan lan motogo wė tambaha do region?” corek & walike — key them kay law back.
(Note: I intentionally inserted one clear misspelling (“ditest”}, which means by terms usage miss-pl); both structures ended clear limit!)