Siswa SMK di Samarinda Meninggal Dunia Diduga Akibat Sepatu Terlalu Sempit, Menteri PPPA Soroti Sistem DTSEN

Jakarta, VIVA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, akhirnya buka suara soal meninggalnya seorang siswa SMK Negeri 4 Samarinda berinisial MRS (16).

Mandala Rizky Saputra (MRS) meninggal dunia setelah mengalami infeksi di kakinya. Kaki MRS bengkak parah, sakitnya menjalar ke seluruh tubuh, hingga akhirnya dia meninggal.

Menanggapi hal ini, Arifah menyoroti masalah data sosial yang berdampak pada akses bantuan pendidikan. Menurutnya, negara harus hadir dengan nyata untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak mereka, termasuk hak atas pendidikan yang layak dan aman.

“Kasus ini harus ditelusuri sampai ke akar masalah, termasuk soal administasi kependudukan yang kemungkinan membuat keluarga ini tidak terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Arifah, Rabu 6 Mei 2026.

Dia menjelaskan, masalah data bisa langsung mempengaruhi akses bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP). “Kemen PPPA akan berkoordinasi dengan kementerian lain untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran bagi anak-anak,” tambahnya.

Menurut Arifah, kasus ini nyatanya masih ada anak yang harus berjuang keras untuk mendapatkan hak pendidikan. “Kasus ini sangat memilukan. Masih ada anak Indonesia yang berjuang dalam keterbatasan untuk mendapat hak pendidikannya. Di tengah situasi ekonomi yang susah, MRS tetap semangat bersekolah. Semangat dia mencerminkan ketangguhan mengejar cita-cita meski berakhir dengan pilu,” ungkapnya.

Dia menegaskan, selain menangani kasus juga harus memperkuat sisitem pencegahan, termasuk peran dari pemerintah daerah dan lingkungan sekitar agar tidak ada anak yang lepas dari perlindungan. “Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Setiap anak Indonesia berhak mengakses pendidikan tanpa harus mengorbankan kesehatan dan keselamatannya,” tutupnya.

MEMBACA  Menteri Berharap Kerja Sama Tenaga Kerja yang Lebih Kuat dengan Jepang

Diketahui sebelumnya, seorang siswa SMKN 4 Samarinda bernama Mandala Rizki Saputra (16) viral di media sosial setelah meninggal dunia, karena disebut memakai sepatu kekecilan yang bikin kakinya bengkak.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menerangkan bahwa Mandala sebelumnya ikut praktik kerja lapangan dari 9 Februari hingga 20 Maret 2026 di Ramayana Robinson Samarinda. Sepulangnya ke sekolah, kondisi kesehatannya makin turun. “Pada Maret 2026 siswa dataANG kembali sekolah,

Tinggalkan komentar