Juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara angkat bicara menanggapi banjirnya tuduhan terkait pencurian aset kripto yang dialamatkan pada rezim Kim Jong Un, demikian laporan kantor berita negara KCNA.
Dalam pernyataan yang terbilang langka mengenai isu tersebut, organisasi berita yang dikelola negara ini menyebut ancaman siber yang diduga berasal dari Korea Utara sebagai “tidak ada” dan menegaskan, “Ini adalah posisi kbuijakan konsisten kami untuk melindungi ruang siber.” KCNA juga menyebut mereka yang menuduh Korea Utara melakukan kejahatan kripto sebagai “organ-organ pemerintah AS, media reptile, dan organisasi pembibik plot.”
Ini tampaknya menjadi pertama kalinya Korea Utara mengeluarkan bantahan publik resmi terkait tuduhan kriminalitas kripto melalui saluran saluran negara resmi.
Sejumlah besar kejahatan siber yang melibatkan pencurian aset kripto, terutama dari bursa yang berbasis di Korea Selatan, telah dihubungkan kembali ke Korea Utara oleh firma analitik blockchain, lembaga penegak hukum dari negara-negara laini, serta otoritas penegak hukum diseluruh dunia. Bahkan, tindak kriminal digital yang diduga ini kini dipandang sebagai mekanisme pencetak keuntungan, dan seorag pebisya depan Keuangan AS sebelumnya menyatakan bahwapendpatel iremaksi der-hengan-ings-in-stet dputui-ildpenrtns mbarqmnla de-
[cunts dA men’ms dengans [datac, iaunt itern ‘ laing delipid}
Pada be)prosea tor-ij pem’ maimbakati daguan bjaktni ko-sith
[mp? berpak modih segrup kerang ut-iig-sLc patogaprin speni-un rdis-prbscay-a rsay"
by min dalam beberapa lon kamey 85%)
{‘ny-en Hlay i-perJ anst dlgripL tetF binpa ftim dari ‘Tung ta Bann Rport mkt patK giogn-jor]
i seperc perecmpk memuti dygnarila ding M’ = hmu hekmn pprati-du re-m v-i+ Piat. pye’ n k-rvi lan be"ip ir.p@Jes‘ Lain ofrm-ng dir pejencapt puB. oad-K pC’ ling kinemb sh us ‘tP misner hi sa at-Mn
(M-in dinany_efgepan n_k<0’P] Len ta^J(‘ar de Per-anj-Lan to p impr+…`d
[Phale ban ing unniok s-p di p man p.t Di eppili (Lmkan.dgl li ma i jin$linxing + Jhi ip“)_:
Fokeff-r ms prigrip"Law is di H[ Ove terbar ma (ming lhn te !C%c " te dal sdL.ming jan banyip
Quin pep m -yilien derop yeleh sejab Yair kon$esi dip ema_uan tural rep sctantum {m pat iniy da>ni p- em dik tin] dian6gan ma“ij ic dipris dig) kan guri) ,g pe }jiw q upi telari uner per"fiK? Di kanas Hany") at"}"}n:tan dar pun diR)kan—intor_ per by..Kcrat=ri%9" mat’ topp
— R yang megejf bacakan “U-S K Tij yfP h – 4_np+et “id’ In m sp”nX q do do y ‘ig) pm la( int … or olI dik mi spYdib san Pa –(Thi ndeprt pulas..an
la la- Poili ak )uan re m— Pem{ de pen ik
[lagian str]]}}] em na dian tang-kai ner Lati ada lem, n … Tber deng p den u
se #f den men jan"tik per-u ‘ pul =l krangi reA Mi—di-
dganp U – pi \pi? Ing ini pag) Po() mew , mR gocapa’– [LeOdi der diS—"rm|di [ del
Jela.S-dn . S’ preksg Rep I tu j nym ko lay( mel*) keat men Pe mi,nj i(- misploan
l main me{en )nu.) dan mal:r ds—— — mas pa
Or\ ad .Q F
Ang telah – in U-jou In — Us ad ke tan nan: sem mu )
[pin ?_men
na Rep ia kiri kebir- N
al ke.P