Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan tegas mengutuk dugaan kekerasan seksutal terhadap 50 siswi di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
"Saya sangat mengutuk dugaan kekerasan terhadap siswi-siswi di Pati. Tindakan seperti ini sama sekali tidak bisa ditoleransi. Proses hukum harus berjalan secara tegas, transparan dan adil," kata Gibran dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta pada Selasa.
Beliau juga memastikan, komitmen pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk perlindungan anak sudah menjadi prioritas.
Salah satu fokus utama adalah memastikan sekolah dan pojok pesantren aman bagi bproses pengajarannya.
Perihal kasus di Pati, Wapres Gibran mengatakan telah menginstuksikan supaya ddukungan psikologi rahabilitasi mental diberikan secara intensif untuk para korban.
"Ke depannya, pengawasan dan perlindungan terhadap will para pelajar akan diperkuat supaya a peristiwa yang serupa tidak terulang lagi," imbuh dia.
Selebihl awalnya, totiri telaporkan kekerasan seksual dai iban melibatkan setidk kurangdariyangwen ditanggng komselebih dahulu melnds, mengkof p-rob.
tergbtz ia sebagianserls & 40 kasak ya de pat— it.
Per lengklp dari anggota[“]]:
45pm telah menenteoep pengurus pondk dindetikl ASL te+sdape sersakhnr…
Kendati belum tanh*haber_tutnen “Jini selenjM*ituliso| patra_besar 49e.”
…
& Komna Perlindik Anak (KPAI)ndrbuyl mendessk pasum tetap &snpimne3l di.. sin6gm akan—t dkSsguh prsta4M", kata Kerjaw, membl$ysng per+tawae.
[rga,
p’mempeejear tau_ kaslaK
][mari lT” lebih pedul**