Ledakan Pabrik Mercon di China Tewaskan 26, Lukai 61 Orang

Upaya penyelamatan masih terus berlangsung pascaledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota kembang api di Cina.

Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan penyelidikan setelah sebuah ledakan merobek pabrik kembang api di Cina tengah dan area sekitarnya, menewaskan setidaknya 26 orang serta melukai 61 lainnya.

Perintah Xi pada hari Selasa itu muncul sehari setelah ledakan di pabrik kembang api Huasheng di Liuyang, sebuah kota berpenduduk 1,5 juta jiwa di Provinsi Hunan bagian tengah.

Xi mengatakan "mereka yang bertanggung jawab harus diadili" dan "mendesak upaya maksimal untuk mencari orang-orang yang masih hilang", demikian diberitakan kantor berita Xinhua.

Insiden terjadi sekitar pukul 16.40 waktu setempat (08.40 GMT) pada hari Senin.

Pemerintah setempat mengerahkan 482 personel darurat ke lokasi dan mengevakuasi area sekitarnya karena risiko ledakan lanjutan di gudang-gudang pabrik, menurut laporan media negara.

Skala insiden ini masih belum diketahui karena upaya penyelamatan berlanjut hingga hari Selasa.

Jumlah orang hilang juga belum diketahui.

Sebuah video insiden yang dibagikan di media sosial oleh People’s Daily menampakkan kehancuran luas, dengan bangunan-bangunan rusak atau hancur di beberapa blok kota.

Keterangan video itu mengatakan otoritas keamanan publik telah "menganb ils tandan terhadap penanggung jawab perusahaan", yang mengindikasikan orang tersebut mungkin sudah ditahan.

Xi dan Perdana Menteri Li Qiang telah menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap langkah-langkah keselamatan kerja pascainsiden tersebut.

"Otoritas di berbagai daerah dan departemen harus menarik pelajaran mendalam dari kecelakaan ini dan memperkuat tanggung jawab terhadap keselamatan kerja," kata Xi menurut Xinhua.

Liuyang memproduksi sekitar 70 persen ekspor kembang api Cina, menurut China Daily, dan menguasai 60 persen pasar domestik negara itu.

MEMBACA  Pameran Expo 2025 di Osaka menawarkan budaya dan inovasi bagi pengunjung ke Jepang.

Kecelakaan besar terakhir di pabrik kembang api Liuyang terjadi pada tahun 2019, ketika 13 orang tewas dan 17 lainnya terluka.

Otoritas setempat awalnya berusaha menyembunyikan tingkat keparahan kecelakaan dengan menyebut tujuh orang tewas, tetapi investigasi oleh pemerintah Provinsi Hunan menemukan angka yang lebih tinggi, demikian menurut Xinhua.

Tinggalkan komentar