Mengikuti cuitan Ibu Negara Melania Trump, Presiden Donald Trump kembali (sekali lagi) menyerukan pemecatan Jimmy Kimmel. Melalui Truth Social, ia menyatakan bahwa pembawa acara larut malam itu "harus segera dipecat oleh Disney dan ABC" dan mengklaim acaranya memiliki "rating televisi yang sangat buruk." Sebagai balasan, Kimmel menyoroti rating Trump yang juga suram; jajak pendapat terbaru menunjukkan tingkat persetujuannya anjlok ke rekor terendah 34 persen.
"Kalau ketidakmampuan menyebabkan rating terendah dalam sejarah jadi alasan saya dipecat, seharusnya kita berdua di-PHK karena Anda juga tidak terlalu bagus," seloroh Kimmel.
Jumlah pemirsa talk show memang menurun drastis dalam satu dekade terakhir, meskipun Jimmy Kimmel Live saat ini berpotensi memuncaki rating larut malam setelah episode terakhir The Late Show with Stephen Colbert tayang pada 21 Mei.
"Bukankah ada perang yang masih berlankut? Bayangkan jika FDR menggunakan siaran radio saat Battle of the Bulge hanya untuk mengeluh tentang komik strip Little Orphan Annie yang tidak ia sukai," canda Kimmel. "Trump terlibat dalam tiga perang sekarang: menghadapi Iran, Ukraina, dan para komedian."
Kimmel kemudian memutar supercut kampanye presidensial Trump, di mana sang miliarder berulang kali menyatakan dukungannya terhadap kebebasan berbicara sembari mengecam sensor dan "budaya pembatalan." Acara Kimmel sudah berulang kali menjadi sasaran ketua FCC jebolan Trump, Brendan Carr.
"Saya tidak ingin mengatakan ini dan semoga saya tidak kena masalah: Saya mulai berpikir Donald Trump itu seorang munafik," kata Kimmel.