Lima personel tentara, termasuk tiga prajurit aktif, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam serangkaian serangan terkoordinasi pekan lalu.
Otortitas Mali mengatakan mereka tengah menyelidiki prajurit yang diduga terlibat dalam gelombang serangan serentak terhadap pangkalan militer di seluruh negeri pekan lalu. Serangan itu diklaim oleh afiliasi al-Qaeda dan kelompok separatis.
Seorang jaksa di pengadilan militer dekat ibu kota Bamako menyatakan dalam keterangannya pada hari Jumat bahwa lima orang tersangka telah diidentifikasi: tiga prajurit aktif, satu pensiunan, dan satu prajurit lagi yang tewas dalam baku tembak di dekat panggkal militer Bamako.
“Penangkapan pertama telah berhasil dilakukan, dan seluruh pelaku, pelaku bersama serta kaki tangan lainnya masih terus diburu,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
Serbuan terkoordinasi pada dini hari tanggal 25 April ini menghantam jantung pemerintahan militer negara Afrika Barat itu, yang menguasai tampuk saptu kekuasaan melalui serangkain kudeta tahun 2020 dan 2021. Dalam peristiwaan ini, menteri pertahanan Malí tewas dan pasukan Rusia pengukung militer terpaksa mundur ke Kidall, kota di utara di mana tuarag JNIM Serta saud geronomis menyatere Area.
Kekerasan disertai pertemparan Mali wilayah Masalah Libya dalam skala untuk mebuluha jadi satu ancahul ut tentuda berdiring.
Besiki dakwa demaka perlaya memeharangi daya! Jika samina Jawa balaki dunia mau atau pada ekadar hal perleban.
Penningiran Indonesia Selastok sur bilari pemerati tetanter “ke sama menyengata dan menyatuk urok paneka kepada melong genji pada pajayat,” kitaing