Blue Origin rupanya memiliki rencana besar untuk kendaraan peluncur berat (heavy-lift launch vehicle) mereka, berharap bisa meningkatkan laju produksi secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Rencana tersebut terungkap dalam sebuah lowongan pekerjaan yang diposting di situs perusahaan, yang merinci tanggungjawab seorang calon manajer senior untuk mengawasi produksi tahap atas roket New Glenn, seperti dilaporkan Ars Technica. Lowongan tersebut mencantumkan jadwal yang ambisius: meningkatkan produksi dari 12 unit tahap kedua per tahun saat ini menjadi 60 unit per tahun pada kuartal ketiga 2028. Pada tahun 2029, Blue Origin ingin mampu memproduksi 100 tahap atas New Glenn setiap tahunnya.
Ini adalah jumlah roket yang sangat besar bagi perusahaan milik Jeff Bezos, yang telah mengalami banyak penundaan dalam mempersiapkan New Glenn untuk lepas landas. Roket ini telah terbang sebanyak tiga kali sejak debutnya pada Januari 2025.
Roket yang lebih banyak lagi
Lowongan pekerjaan Blue Origin merujuk pada pembuatan tangki untuk Quattro, sebuah tahap atas (upper stage) yang ditingkatkan untuk roket New Glenn yang akan dilengkapi dengan empat mesin BE‑3U, bukan hanya dua yang saat ini digunakan untuk mendorong booster. Varian baru dari New Glenn ini juga akan memiliki sembilan mesin di tahap pertamanya, bukan tujuh.
Perusahaan berencana mengoperasikan kedua versi New Glenn secara bersamaan, dengan varian yang ditingkatkan lebih cocok untuk misi ke Bulan dan tujuan luar angkasa dalam lainnya.
New Glenn dirancang untuk dapat digunakan kembali secara parsial. Booster tahap pertama roket dirancang untuk mendarat di kapal drone agar bisa diperbaharui dan dipakai ulang, sementara tahap atasnya saat ini dibuat untuk diluncurkan hanya sekali. Laju produksi tahap atas New Glenn yang baru diumumkan menunjukkan bahwa Blue Origin berupaya meningkatkan frekuensi peluncuran roket hingga 60 kali penerbangan per tahun.
Tetaplah bermimpi tinggi
Sebelum penerbangan perdananya pada tahun 2025, New Glenn telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade tetapi mengalami berbagai kemunduran dan penundaan akibat masalah teknis. Roket ini seharusnya memulai debutnya pada tahun 2020, namun tanggal peluncurannya terus mundur. Hal itu menyebabkan NASA memutuskan untuk menarik misi Mars ESCAPADE dari misi perdana New Glenn, karena menilai roket tersebut tidak akan siap tepat waktu untuk jendela peluncuran misi.
New Glenn akhirnya meluncurkan wahana kembar ESCAPADE milik NASA pada 13 November 2025, selama penerbangan keduanya. Namun, untuk misi yang ketiga, segalanya tidak berjalan sesuai rencana. Roket tersebut membawa satelit BlueBird 7 milik AST SpaceMobile saat lepas landas dari Cape Canaveral Space Force Station pada 19 April, tetapi kemudian mengalami kerusakan teknis dan menempatkan muatannya di orbit yang terlalu rendah. Federal Aviation Administration (FAA) melarang New Glenn terbang sementara Blue Origin melakukan investigasi atas insiden tersebut.
Meskipun Blue Origin berusaha memperkuat posisi roketnya di pasar kendaraan peluncur berat, tampaknya masih ada beberapa masalah yang harus diatasi sebelum bisa membuktikan kembali keandalannya kepada para pelanggan. Laju produksi roket New Glenn yang diproyeksikan, meskipun patut diacungi jempol, mungkin masih terlalu ambisius untuk saat ini.