Daikin Memilih Jalur yang Berbeda

Sabtu, 2 Mei 2026 – 03:32 WIB

Jakarta, VIVA – Raksasa elektronik asal Jepang, Daikin, milih jalur yang berbeda di tengah persepsi umum bahwa AC cuma berfungsi sebagai pendingin ruangan.

Mereka gencar ngasih edukasi ke para profesional arsitektur, desain interior, sampe mahasiswa soal pentingnya membangun ekosistem tata udara yang ideal. Pendekatan ini bukan cuma mikirin kenyamanan, tapi juga estetika ruang secara keseluruhan.

General Manager PT Daikin Airconditioning Indonesia, Wenky Handono, bilang kalo keikutsertaan mereka dalam mengedukasi pasar itu bentuk komitmen yang jarang dilakukan di industri. Makanya, Daikin Designer Award alias DDA 2026 digelar.

Kompetisi yang udah jalan sejak 2020 ini muncul dari ide perlunya wadah buat para pegiat arsitektur dan desainer interior buat berbagi visi tentang ruang hidup ideal. Ruang yang bisa ngasih keseimbangan antara estetika, kenyamanan, dan kesehatan.

“Dengan kenalin solusi tata udara ke arsitek dan desainer dari tahap perencanaan, kita berharap bisa dorong inspirasi hunian dan bangunan komesial ideal. Yang peduli sama nilai estetika dan penciptaan tata udara di dalamnya,” kata Wenky di Jakarta, Kamis malem, 30 April 2026.

Keselarasan antara keindahan desain dan kenyamanan tata udara ini sesuai banget sama semangat dari AC Daikin Home Central. Dari segi kenyamanan, solusi AC sentral buat hunian dan bangunan komersial punya berbagai fitur yang dibuat sesuai kebutuhan spesifik. Fitur-fitur ini nyertain kesejukan udara yang dibawanya, kayak filtrasi berlapis buat ngilangin partikel berbahaya di udara dan kemampuan ngatur kelembapan.

“Fokus utamanya bukan cuma pada estetika desain, tapi juga kenyamanan dan kesehatan penghuni lewat rancangan sistem tata udara yang terintegrasi,” jelas Wenky.

Daikin Designer Award atau DDA 2026 terbuka buat peserta dari empat negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, sama Filipina. Kompetisi ini enggak cuma diikuti profesional, tapi juga mahasiswa. Setiap kategori peserta punya kesempatan bersaing berdasarkan aplikasi bangunan, yaitu hunian dan bangunan komersial kayak F&B. Enggak terbatas sama karya yang udah terbangun, tapi juga nyakup rancangan konseptual arsitektur maupun desain interior.

MEMBACA  Indonesia Siap Bergabung dengan CPTPP, Menurut Australia

Keistimewaan buat kategori karya terbangun bagi hunian, dengan pertimbangan perkembangan hunian vertikal, kompetisi ini punya sub kategori khusus buat bangunan apartemen atau kondominium.

Tinggalkan komentar