Apple Kecam Otoritas Antimonopoli India: Melampaui Wewenang Yudisial, Ketegangan Meningkat

Dengan Aditya Kalra

NEW DELHI, 30 April (Reuters) – Apple telah menuduh badan persaingan India salah menggunakan kekuasannya dengan memaksa perusahaan AS itu untuk mengirim data keuangannya dalam kasus antimonopoli yang terkait dengan pasar aplikasi iPhone, sementara Apple menentang hukum yang mengatur denda, menurut dokumen.

Pada tanggal 24 April, Apple mengajukan dokumen rahasia ke pengadilan India, yang dilihat Reuters pada hari Kamis, ini menjadi tanda terbaru pertentangan yang meningkat antara perusahaan dan penyidik India terkait kasus di mana Apple bilang mereka bisa kena denda sampai 38 miliar dolar.

Komisi Persaingan India (CCI) sejak 2021 terus meminta info keuangan Apple—biasanya perlu untuk menghitung denda—setelah penyelidikan menemukan Apple menyalahgunakan posisinya. Apple menolak, bilang mereka sudah menentang hukum perhitungan denda antimonopoli India di pengadilan New Delhi, dan pengawas harus nunggu.

Setelah CCI bulan ini memberi Apple ultimatum untuk ngasih data keuangan merekan dan menjadwalkan sidang akhir pada 21 Mei, perusahaan ini udah mendesak Pengadilan Tinggi Delhi untuk campur tangan secepatnya supaya perkara ini ditahan.

“Keputusan komisi untuk menjadwalkan sidang akhir itu bukti eskalasi dalam usahanya mengambil alih kewenangan Pengadilan Yang Terhormat,” kata Apple dalam pengajuannya. Apple juga meminta pengadilan untuk mendengar perkara ini pada 15 Mei.

Apple dan CCI belum tanggapi pertanyaan Reuters.

Pengajuan ini keluar sebagai jawaban buat perintah CCI bulan April, yang mana badan pengawas kata Apple udah “dikasih cukup kesempatan [untuk] mengajukan” keberatan terhadap hasil penyidikan [itu] dan juga “belum ngasih info keuangan yang diminta.”

Kasus di India ini termasuk satu dari banyak kasus antimonopoli yang diadepin Apple di dunia. India adalah pasar penting buat Apple, dengan iPhone punya sekitar 9% pasar [di sana], naik dari 4% empat taun lalu, kata Counterpoint Research.

MEMBACA  Investasi US$765 Juta Posco dalam Proyek Patungan Lithium Australia bersama MinRes

Apple tetap bilang mereka itu pemain kecil [di India] di banding Android dari Google, yang paling dominain di sana. [Pelaporan oleh Aditya Kalra, Penyutingan oleh Rod Nickel].

Tinggalkan komentar