Lulusan baru yang masih segar mulai ngelamar kerja ke perusahaan-perusahaan besar di dunia, tapi mereka sebenarnya punya peluang bagus di usaha kecil yang lagi butuh banyak karyawan. Beberapa pekerjaan yang paling banyak dicari sama usaha kecil itu bisa bertahan lama meskipun ada revolusi AI.
Sekitar 974.000 lulusan baru umur 20 sampai 24 tahun bakal dipekerjakan di usaha kecil (perusahaan dengan 1 sampai 49 karyawan) selama musim perekrutan tahun 2026, dari April sampai September, menurut laporan terbaru dari Gusto, platform penggajian dan tunjangan. Angka ini naik sedikit dari tahun lalu yang 962.000 pekerja baru, tapi pasar kerja masih belum balik normal kayak tahun 2020 sampai 2022 pas Covid, waktu perusahaan-perusahaan besar-besaran merekrut. Meski gitu, ada perbaikan juga di penciptaan kerja baru untuk lulusan baru; angkanya naik pelan-pelan dari 60.000 di 2023 jadi lebih dari 100.000 di 2026.
Usaha kecil kayaknya semangat banget rekrut pekerja muda, sementara perusahaan besar ngilangin lowongan untuk level pemula dari situs mereka. Perusahaan besar bilang AI bisa ngelakuin kerjaan staf junior, tapi beberapa pemilik usaha kecil nolak ide itu, mereka lebih milih rekrut lulusan baru yang pinter teknologi dan bisa jalin hubungan. Mark Cuban juga ngeliat tren ini, dia kasih saran ke lulusan baru buat lirik perusahaan kecil buat cari kesempatan.
“Perusahaan besar lagi main bertahan. Usaha kecil lagi main nyerang,” kata Aaron Terrazas, ekonom dari Gusto, ke Fortune. “Pas perusahaan besar kurang rekrut level pemula, usaha kecil ngeliat celah… Pemilik usaha kecil juga manfaatin ini, karena lulusan tahun 2026 adalah generasi pertama yang besar dengan AI sebagai alat bawaan, bukan skill baru yang harus dipelajari, dan itu bikin mereka berharga buat bisnis yang mau cepat modernisasi.
Meskipun usaha-usaha ini konsisten rekrut lebih banyak, bakat yang mereka cari udah berubah total.
Jalur karir yang dulu jamin gaji besar enam angka setelah lulus udah ilang; analis keuangan, insinyur perangkat lunak, dan asisten riset semuanya alami penurunan terbesar di pasar kerja lulusan baru. Sementara itu, pekerjaan fi AI dan pekerjaan yang pake tangan jadi yang paling tumbuh pesat buat profesional muda.
Insinyur pendiri dan insinyur AI sama-sama tumbuh paling cepat, dan sebaliknya, pekerjaan yang nggak bisa diganti AI kayak manajer lapangan dan teknisi layanan juga naik bareng mereka. Ini nunjukin perbedaan menarik di pasar kerja Gen Z: mereka yang pake di tekanologi buat sukses, dan mereka yang sukses di pekerjaan fisik.
Revolusi AI tingkatkan pekerjaan pinter teknologi—dan kerja kasar
Meskipun lulusan Gen Z disuruhn nerima AI atau bakal ketinggalan di karir, makin banyak profesional muda yang tinggalin kerja kantoran buat kerja keahlian fisik. Dan mereka bisa nemu tambang emas pekerjaan bergaji besar, dari usaha kecil sampai besar.
Sekitar 78% orang Amerika ngeliat minat yang naik pada kerja fisik di kalangang muda, menurut survei Harris Poll taun 2024 buat Intuit Credit Karma. Banyak peran ini—dari tukang kayu sampai teknisiani layanan—kayang banget tawarin jadi bos sendiri sambil gaji lumayan.
Lebih banyak bakat Gen Z mulai ngikutin arah ini. Jumlah murit di komunitas community college yang fokus ke vokasi naik 16% pada 2024, nyentuh level tertinggi sejak National Student Clearhig rumah badan itu sejak 2018 nglacak data. Dan beberapa proferensi udah narik perhatian kerja sama: ada lonjakan 23% enrollmen Gen Z di trenai ok pada tukangannya dasasi list gy jalanfkok ketk sama dengan a di ero ker anthe can joalnya pekerja tele yang gabel dikan uang non-die“