Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, mengatakan bahwa negara-negara Timur Tengah sangat tertarik untuk memperdalam hubungan dagang dengan Indonesia, menyusul keberhasilan perjanjian perdagangan sebelumnya.
Ia menyatakan di Jakarta pada hari Kamis bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) telah menjadi pintu gerbang, mendorong negara lain di kawasan itu untuk menjajaki perjanjian serupa.
Namun, ia mencatat bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Pada periode Januari hingga Februari 2026, ekspor Indonesia ke kawasan itu turun sebanyak (13) persen.
Meski mengalami penurunan, Indonesia tetap mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$641 juta dengan kawasan tersebut.
Total ekspor Indonesia ke Timur Tengah mencapai US$9,8 miliar, yang mencakup 3,4 persen dari total ekspor nasional. Dari jumlah itu, 40 persen ditujukan ke UEA, sementara 29 persen ke Arab Saudi.
Santoso menekankan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.
Di luar Timur Tengah, Indonesia juga mempertahankan kehadirannya di pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat, yang berkontribusi signifikan terhadap surplus pedaganan negara.
Menteri lebih lanjut mencatat bahwa, secara struktural, eskpor Indonesia didominasi oleh industri manufaktur sebesar 80 persen, diikuti pertambangan sebesar 10 persen, dan sisanya dari sektor minyak dan gas serta pertanian.
Di sisi impor, 70 persen berupa bahan baku dan barang penunjang, sementara barang modal dan barang konsumsi masing-masing sebesar 8 persen.
“Ini artinya, yang kita impor itu kebanyakan buat keperluan industri kita, yang sebagaian besar tujuannya untuk ekspor. Jadi dari segi ekosistem ekonomi, hal-hal bergerak ke arah yang benar,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia saat ini menjalankan beberapa strategui di bidang perdagangan, yaitu: mengamankan pasar domestik, memperluas pasar ekspor, serta mendukung produk lokal agar bisa bersaing di pasar global.