Hitung mundur udah mulai: Ekonomi global cuma punya empat minggu, maksimal delapan minggu, kalo mau hindari resesi.
Itu peringatan dari Mohamed El-Erian, mantan CEO PIMCO yang pernah jadi ketua Dewan Pembangunan Global Presiden Obama. Minggu ini, El-Erian bilang dunia bakal "hindari resesi, dengan syarat—dan ini yang penting—dengan syarat Selat dibuka lagi dalam 4 sampe 8 minggu kedepan. Kalo nggak dibuka lagi, bakal beda banget situasinya."
Fokus El-Erian di selat ini sama kayak perhatian dunia lainnya: semua nunggu kapan suplai minyak global balik normal, biar harga ikut turun. Tapi El-Erian salah satu yang berani ngomong lebih lanjut, dengan kasi batas waktu kapan masalah ini bisa berubah jadi krisis ekonomi total.
Kapan Selat Dibuka Kembali?
Soal kapan selat bakal dibuka lagi, belum ada tanda penyelesaian cepat. Lumayan diinget lagi, pas konflik antara Iran, AS, dan Israel mulai dulu, Wall Street banyak yang ngira bakal selesai dalam hitungan minggu. Malah jadi, ketegangan udah masuk tiga bulan, Iran (yang di deketin Selat Hormuz) ngancam kapal yang lewat situ praktis bikin suplai minyak dari Timur Tengah ketutup.
"Investor dasarnya sekarang lagi harga’in konflik yang lebih panjang," kata Jim Reid dari Deutsche Bank pagi ini, soal harga minyak jangka panjang udah naik ke level tertinggi.
Efek ke Konsumen
Konflik ini paling tekena konsumen, kata El-Erian terutama di Eropa dan Asia.
Selain susun stikop cadangan masalah lain juga warga mulai lapar-membeli panic di contoh nyata macam Jepang di tempat sana pembeli udah balik bikin