Wakil Ketua Umum Partai Perindo Manik Marganamahendra. Foto/Istimewa
JAKARTA – Kecelakaan di perlintasan kereta api lagi-lagi ngebongkar masalah mendasar dalam pengelolaan transportasi publik, terutama soal keselamatan dan kapasitas layanan. Kejadiaan yang berulang ini nunjukin kalo kita butuh pendekatan yang lebih sistematis biar mobilitas masyarakat bisa berjalan aman dan berkelanjutan.
Insiden di Bekasi Timur ini jadi momen buat mendorong evaluasi total terhadap sistem transportasi, bukan cuma gara-gara menangani insiden, tapi juga buat membenahi struktur layanan dan infrastruktur.
Dorongan Evaluasi Sistemik dan Empati Publik
Wakil Ketua Umum Partai Perindo Manik Marganamahendara nyampaikan belasungkawa atas kejadian itu saat dihubungi, Kamis (30/4/2026), sambil berharap korban dapet penanganan terbaik.
"Kami ngucapin duka yang mendalam atas kecelakaan di perlintasan kereta api di Bekasi Timur. Doa kami menyertai semua korban yang kena dampak," kata Manik.
Dia bilang pembenahan transportasi harus dilakukan secara komperhensif dan gak parsial. Pendekatan kayak gini penting biar akar masalahnya bisa diidentifikasi dengan utuh.
"Penting banget kalo pejabat publik punya pengalaman yang sama kayak masyarakat pas pake transportasi publik. Dengan gitu, masalahnya bisa diliat secara lebih menyeluruh," ujarnya.
Tekankan Keselamatan dan Tuntutan Perbaikan Infrastruktur
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo Dina Masyusin juga nyorotin aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam sistem transported publik.