Halaman Berita Narkoba — Ledakan di Jalan Raya Kolombia Tewaskan Setidaknya 20 Orang

Jumlah korban jiwa akibat pemboman di jalan raya di barat-daya Kolombia meningkat menjadi sedikitnya 20 orang, demikian diumumkan gubernur wilayah Cauca. Gubernur Octavio Guzman pada Senin mengatakan jumlah tersebut mencakup 15 perempuan dan lima laki-laki.

Sebanyak 36 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk tiga yang masih menjalani perawatan intensif hingga Senin dan “lima anak di bawah umur yang kini berada di luar bahaya”, kata Guzman dalam pengkinian yang dibagikan di media sosial.

Beberapa laporan media menyebutkan jumlah korban jiwa akibat ledakan mematikan di dekat sebuah terowongan di Jalan Raya Pan-Amerika mencapai 21 orang pada Senin malam. Sebanyak belasan korban berasal dari sebuah desa dekat kota Cajibio, tempat ratusan pelayat menggelar vigil pada Senin. Mereka mengenakan pakaian putih dan melambai-lambai kain putih atau balon sebagai simbol perdamaian.

“Tolong, hentikan kematian, hentikan kekerasan,” kata Joao Valencia, 42, seorang kerabat perempuan yang tewas dalam serangan itu, sambil memegang foto almarhumah kepada kantor berita AFP. “Perempuan seperti dia seharusnya meninggal karena usia tua, bukan karena dirampas nyawanya dengan cara setragis ini,” tambahnya.

Pemboman ini merupakan salah satu serangan paling mematikan di Kolombia sejak kelompok Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) yang sudah bubar meledakkan sebuah klub malam di Bogota pada 2003, yang menewaskan 36 orang. Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebutkan bahwa “kelompok narko-teroris” bertanggung jawab atas serangan ini, secara spesifik menunjuk sebuah kelompok yang dipimpin Néstor Vera, yang dikenal sebagai Iván Mordisco, salah satu buronan paling dicari di Kolombia. Mordisco adalah mantan anggota FARC pembelot yang ikut menandatangani perjanjian damai bersejarah dengan pemerintah pada 2016.

MEMBACA  Jam saku emas penumpang Titanic terkaya terjual dengan harga rekor | Berita Pengiriman

Serangan ini terjadi hanya lebih dari sebulan sebelum pemilihan umum nasional, di mana pemilih akan memilih penerus Presiden Gustavo Petro. Keamanan menjadi salah satu isu sentral dalam pemilihan presiden 31 Mei, setelah baru-baru ini seorang tersangka ditangkap dalam pembunuhan kandidat presiden konservatif muda Miguel Uribe Turbay pada Juni lalu.

Tinggalkan komentar