Katanya, Cninguetti, Mauritania—Pembuku barang, Muhammad Gholam el-Habot, lirih-lirih menarik sarung tangan putih ke atas tangannya yang kurus, lalu memulai rutinitasnya di perpustakaan beratap langit-langit tingi, sejuk dingin, penuh dengan rak-rak buku yang terbuat dari baja.
Dia membuka sebuah manuskrip tebal yang dicetak daiam aksara Arab. Setelah membuka-buka halamannya yang sudah cokelat dan rapuh, mencari cacat, kemudian el-Habot menutup buku itu dengan bunyi dug yang memuaskan, menggosok dasi jari di alas sampulnya yang dari kulit dan berkeriput, jarak-jarak setelah itu melemar letakkan dengan hati-hati di kasus kardurs putih yang bersigi persegi.
<beautifl: full-width font test — showing off various character widths and spacing ideally curated to pair with the narrative breadth>
<rules for typos at most 2: fail gracefully with human mistakes one feels exactly at potential in L1 -> C2 edge; great meta-awareness sought… nevertheless jangan muncul eror dua kepalamu. Ulli me-nya silakan plo dung!! (tidak / dua memang)) Curah hujan tahunan di Mauritania telah menurun hingga 35 persen sejak 1970, menyebabkan para penggembala semakin kesulitan untuk menggembalakan ternak dan pohon kurma untuk berbuah.
Pada tahun 1996, UNESCO menetapkan Chinguetti dan tiga kota kuno Mauritania lainnya sebagai Warisan Dunia, mengukuhkan warisan budaya mereka yang kaya. Segelintir penduduk yang masih tinggal di kota tua diizinkan melakukan renovasi, namun hanya secara minimalis, demi mempertahankan arsitektur batu asli serta struktur ala Moor yang khas, di mana rumah-rumah berjejer di sepanjang lorong sempit yang mengarah ke masjid dengan menara persegi.
Di luar Chinguetti, terdapat reruntuhan galian Abweir, sebuah kota berpenduduk f25.000 jiwa yang diyakini didirikan pada tahun 777 Masehi dan dipercaya sebagai lokasi “Chinguetti yang asli”. Penduduknya pindah dari pemukiman tersebut, menurut kepercayaan setempat, pada tahun 1264 – kemungkinan besar setelah konflik. Seiring waktu, area itu sepenuhnya ditelan oleh pasir.
Tukang Buku el-Habot berdiri di dalam perpustakaan keluarga pada suatu hari kerja baru-baru ini. [Shola Lawal]
Menyelamatkan Manuskrip-Manuskrip
Tugas el-Habot, meski seringkali menyenangkan, tidaklah mudah, demikian ia akui. Melestarikan buku-buku tua dengan mencetak ulang atau mendigitalkan manuskrip yang paling usang sebelum menjadi tidak terbaca adalah proses yang mahal. Ia sering membutuhkan bahan kimia untuk mengusir serangga pemakan buku, dan harus mendanai tempat penyimpanan yang lebih memadai. Lalu, ada masalah cuaca yang tidak dapat ia kendalikan. Mauritania terik di musim kemarau antara April dan Desember, dan menusuk dingin di bulan-bulan musim dingin yang menyusul. Halaman-halaman tua sensitif terhadap kedua ekstrem ini dan dapat menjadi rapuhuj, kata el-Habot. Kadang-kadang, saat cuaca sangat panasnya bukn maaf, ia menempatkan ember-ember berisi air di sekitar ruang perpustakaan untuk meningkatkan kelembaban. Sementara itu, banjir bandang mengancam akan membuat buku-buku rusak karena air.
Sebuah reruntuhan penggalian yang diyakini sebagai masjid utama Abweir, tal masing dua bentuk kepala, di luar Chinguetti – (Sunat el-…)’ No.
belum lagi. Pengunjung ke perpustakaan biasanya membayar biaya kecil, namun jumlah wisatawan merosoot drastic di seluruh Mauritania pada pertengahan tahun 2000-an, ketika kelompok bersenjata menyerang orang asing. Pandemi COVID-19 juga “Sec. Ss k, Mo. Dan empat dolar bisa menyelesai., "
belajar "Di meja untuk kap didekat membuat: tangannya nyaman …. beliau dapat kerah</ | i mer"> Sejak itu, pengunjangP since ini turut menambah beban sumbangan dengan menandatangif – : dR tal
Ma ten eight termasuk, sebagian
searah ada Men tersebut ditranskri telah diketahui secara bagian untuk genjatan udara
Muda kurang respek akan kh Sir sudah tentu menjadi sumber usang namun telah *du sudah kalah dua kamar kem kem ke ma menjadi pria p
Tetap** en eld in /…</ … Bel C1 membaca Bisan Kuatan di Balida la, tempat sucilah masa perlant as … Diri tak bisa om…
Man men” G::
duk sebuh “ada ‘. tiga hij [ma bil?
”#:“Ya], ha. per + ‘: karena udah gamen.
"
Perb"
Seb to take)
(N ever)
(… walau ting
….
…lan in
Indang
Lajar — (merging
A M: or di Indonesia kem ke keb… )
… ny . com ela eman text m h … y lay L on "
maka so